Makassar, IDN Times - Peneliti Universitas Hasanuddin, baru-baru ini mengkaji pemodelan untuk melihat potensi penyebaran COVID-19 di Sulawesi Selatan. Hasilnya menyebutkan bahwa tanpa intervensi tegas oleh pemerintah, jumlah kasus terinfeksi virus corona diprediksi bisa mencapai total 143.390 orang.
Kajian menggunakan permodelan metode Richard's Curve atau modeling kurva sebagai simulasi laju penularan kasus COVID-19 di Sulsel. Diperbandingkan dinamika pertambahan kasus antara Sulsel dengan Indonesia secara keseluruhan. Hasil berupa potensi jumlah kasus diperoleh dari estimasi angka serangan atau attack rate dalam populasi.
Penelitian ini melibatkan sejumlah ilmuwan dari Tim Departemen Epidmologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Tim Departemen Statistika, dan Tim Departemen Matematika FMIPA Unhas. Kesimpulan lain adalah, puncak pandemi di Sulsel diperkirakan pada akhir Mei, dengan jumlah sekitar 80 ribu kasus.
"Kita sudah dapat laporan real yang dilaporkan oleh pemerintah. Tetapi kita mesti tahu, bahwa data yang dilaporkan itu adalah yang diperiksa (tes). Bukan menggambarkan berapa sebenarnya yang ada di masyarakat secara keseluruhan. Mungkin sebagian sudah menjalani tes, sebagiannya lagi tidak," kata ketua tim peneliti, Ansariadi Ph.D kepada IDN Times, saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).