Makassar, IDN Times - Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menutup jalur pendakian Gunung Bulusaraung pasca tragedi kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menewaskan sepuluh orang kru dan penumpangnya.t
Pendakian di Bulusaraung Masih Tutup Pasca Insiden Pesawat ATR 42-500

Intinya sih...
Fokus pembersihan dan pemulihan jalur pendakian Gunung Bulusaraung pasca insiden pesawat ATR 42-500. Kegiatan pembersihan sampah dan proses pemulihan kawasan sedang dilakukan.
Black Box dan Emergency Locator Transmitter (ELT) sudah diserahkan ke KNKT. Serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung akan dikomunikasikan dengan KNKT untuk proses identifikasi sementara.
Pesawat ATR 42-500 rute Jogja - Makassar mengalami kecelakaan, menewaskan sepuluh orang kru dan penumpangnya, termasuk tujuh orang kru dan tiga penumpang dari KKP.
1. Fokus pembersihan dan pemulihan jalur pendakian
Kepala Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Abdul Rajab mengatakan, saat ini masih fokus melakukan kegiatan pembersihan sampah dan proses pemulihan jalur pendakian pascaoperasi SAR ATR 42-500.
"Kami saat ini masih menyiapkan site pendakian (Gunung) Bulusaraung dengan kegiatan bersih sampah dan proses pemulihan kawasan. Sehingga aktivitas pendakian belum kami buka sementara waktu," ujarnya, Senin (26/1/2026).
2. Black Box dan Emergency Locator Transmitter (ELT) sudah diserahkan ke KNKT
Rajab menuturkan, mengenai masih adanya serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung, serpihan itu selanjutnya akan dikomunikasikan dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun ia memastikan komponen penting seperti Emergency Locator Transmitter (ELT) dan Black Box sudah dibawa oleh KNKT.
"Info dari KNKT bahwa serpihan, Black Box dan dokumentasi yang dibawa ke Jakarta sudah mewakili proses identifikasi sementara. Sehingga proses evakuasi sudah dhentikan," kata Rajab.
3. Pesawat terbang dari Jogja ke Makassar
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Jogja - Makassar mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sabtu (17/1/2026). Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) mengangkut tujuh orang kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sepuluh korban yakni pilot Andi Dahananto, Kopilot Muh Farhan Gunawan, dua pramugari yakni Florencia Lolita Wibisono, Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar. Selanjutnya, Engineer atau teknisi Dwi Murdiono, Restu Adi, Flight operation officer Hariadi pesawat IAT ATR 42-500 dan tiga pegawai Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP); Ferry Irawan (analis kapal pengawas), Deden Mulyana (pengelola barang milik negara) dan Yoga Noval Prakoso (operator foto udara).