Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260117-WA0246.jpg
pesawat Indonesia Air Transport. (Dok. Istimewa)

Makassar, IDN Times - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak di wilayah Bulusaraung, Maros, Sabtu malam (17/1/2026). Operasi tetap berlangsung meski hari telah gelap, dengan pertimbangan kondisi cuaca di kaki gunung Bulusaraung.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan tetap bergerak ke lokasi pencarian. Namun, jalannya operasi sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.

"Untuk melihat dari cuaca, kami sampai saat ini sama Pak Dandim masih kita gerakkan dulu anggota ke sana kaki Gunung Bulusaraung. Nanti kita melihat kondisi cuaca. Kalau memang memungkinkan, kita tetap melaksanakan pencarian," kata Sultan.

1. Sekitar 500 personel di 4 titik pencarian

Tim SAR gabungan dikerahkan untuk cari serpihan pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak di Bulusaraung, Maros, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Basarnas)

Sultan menyebutkan bahwa sekitar 400–500 personel telah dikerahkan untuk pencarian. Mereka menyisir empat titik pencarian utama yang tersebar di wilayah Bulusaraung.

Koordinat pencarian sementara menunjukkan lokasi di puncak Bulusaraung. Namun, tim SAR belum tiba di lokasi sehingga kronologis jatuhnya pesawat masih belum bisa dipastikan.

"Kalau hal seperti itu masih sementara karena teman-teman belum tiba di lokasi. Kami belum bisa berasumsi seperti apa kronologis kejadiannya," katanya. 

Lokasi ini menjadi fokus tim SAR untuk menelusuri serpihan pesawat dan mencari kemungkinan keberadaan korban. Namun menurut Sultan, perjalanan dari posko ke titik merah tersebut diperkirakan memakan waktu cukup lama. 

"Jarak dari sini ke titik yang merah tadi sekitar 3 jam perjalanan," kata Sultan.

2. Pemantauan melalui udara dan darat

Serpihan yang diduga pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak di Bulusaraung, Maros, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Basarnas)

Meskipun serpihan yang diduga pesawat tersebut telah terlihat di beberapa titik, Basarnas belum dapat memastikan keaslian serpihan karena menunggu konfirmasi dari pihak perusahaan. Fokus tim saat ini tetap pada pencarian korban dan evakuasi.

"Melihat dari serpihan, kami belum bisa berkomunikasi dengan perusahaan tersebut bahwa ini betul apakah asli serpihan pesawat dan sebagainya. Tetapi harusnya kita lakukan dulu," kata Sultan.

Operasi pencarian telah berlangsung sepanjang hari. Tim menggunakan helikopter Lanud untuk memantau lokasi dan melihat satu titik merah yang diduga serpihan pesawat.

Setelah pemantauan dari udara, tim darat diberangkatkan. Shift pertama menyisir lokasi berdasarkan informasi dari warga, namun hasilnya nihil. Shift kedua dan ketiga bergerak berdasarkan laporan masyarakat, termasuk informasi bahwa beberapa serpihan ditemukan di rumah warga setempat.

3. Basarnas telah terima data kru dan penumpang

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai perkembangan pencarian pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak di Bulusaraung, Maros, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Basarnas)

Basarnas telah menerima manifes penerbangan pesawat yang hilang kontak. Informasi itu mencakup seluruh kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat.

"Untuk manifesnya kami sudah terima. Itu tadi ada 8 kru dan 3 penumpang," katanya. 

Berdasarkan manifes penerbangan, kru yang bertugas dalam penerbangan tersebut yakni Kapten Andy Dahananto (pilot), First Officer Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S. Selain kru, terdapat tiga penumpang masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.

Pesawat Indonesia Air Transport nomor penerbangan PK-THT yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Pesawat berjenis ATR 42-500 dengan rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA.

Editorial Team