Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pencarian Lansia Tenggelam di Sungai Bilareng Gowa Dihentikan usai 7 Hari
Tim SAR, pada Rabu (11/3/2026), menghentikan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (dok. Basarnas Makassar)
  • Operasi pencarian terhadap lansia bernama Dg Patiha yang tenggelam di Sungai Bilareng, Gowa, resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil sejak laporan diterima pada 5 Maret 2026.
  • Tim SAR gabungan telah menyisir aliran sungai sejauh lebih dari 11 kilometer menggunakan metode darat dan perahu, namun korban belum ditemukan hingga evaluasi akhir dilakukan.
  • Kendala utama selama operasi adalah cuaca buruk dan medan sungai yang berat, sementara Basarnas Makassar mengimbau warga agar lebih waspada beraktivitas di sekitar sungai saat musim hujan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Operasi pencarian terhadap seorang lansia yang tenggelam di Sungai Bilareng, Kabupaten Gowa, resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa hasil.
  • Who?
    Korban bernama Dg Patiha, perempuan berusia 70 tahun warga Dusun Lemoa. Operasi dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas Makassar bersama BPBD Gowa, TNI, Polri, dan relawan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Area pencarian mencakup hingga Bendungan Karalloe sejauh lebih dari 11 kilometer.
  • When?
    Laporan diterima pada 5 Maret 2026 setelah korban dilaporkan hilang sejak 4 Maret pagi. Operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari sebelum dihentikan pada pertengahan Maret 2026.
  • Why?
    Pencarian dihentikan karena seluruh upaya penyisiran tidak membuahkan hasil hingga hari ketujuh dan telah melalui evaluasi serta koordinasi dengan keluarga dan pemerintah setempat.
  • How?
    Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran darat dan perahu menggunakan tiga SRU sepanjang aliran sungai. Cuaca buruk dan medan berat menjadi kendala utama selama operasi berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Operasi SAR tersebut dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari sejak laporan diterima pada 5 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Dg Patiha (70), seorang perempuan lanjut usia yang merupakan warga Dusun Lemoa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pada Rabu, 4 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WITA berangkat menuju sawah, namun hingga siang hari tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga yang melakukan pencarian kemudian menemukan barang milik korban di tepi Sungai Bilareng. Saat itu debit air sungai diketahui sedang meningkat akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Korban diduga terbawa arus sungai.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif dengan metode penyisiran sepanjang aliran sungai menggunakan tiga Search and Rescue Unit (SRU). Area pencarian meliputi sejumlah titik mulai dari lokasi kejadian hingga Bendungan Karalloe dengan jarak penyisiran lebih dari 11 kilometer.

Namun hingga hari ketujuh pencarian, korban belum berhasil ditemukan. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan.

“Selama tujuh hari operasi SAR, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan metode darat dan perahu pada beberapa sektor pencarian. Namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan. Setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi bersama keluarga serta pemerintah setempat, operasi SAR secara resmi dihentikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tim SAR juga menghadapi sejumlah kendala selama proses pencarian, terutama faktor cuaca dan kondisi medan sungai yang cukup berat. Menurut Andi Sultan, debit air sungai yang tinggi, banyaknya batu besar, serta adanya jeram di sepanjang aliran sungai menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap berupaya melakukan pencarian secara maksimal selama masa operasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut, termasuk masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras di lapangan dalam kondisi medan sungai yang cukup berat. Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” tambahnya.

Dengan dihentikannya operasi SAR tersebut, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Kantor SAR Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, TNI, Polri, SAR Unhas, SAR UNM, serta masyarakat setempat.

Basarnas Makassar juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dengan debit air tinggi, agar selalu meningkatkan kewaspadaan guna menghindari potensi kecelakaan di perairan.

Editorial Team