Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260101-WA0064.jpg
Korban saat berada di rumah duka (Dok. Polres Gowa).

Intinya sih...

  • Polisi mengejar pelaku pengeroyokan. Kasus masih dalam penyelidikan oleh Polrestabes Makassar bersama Polsek Makassar.

  • Kronologi kejadian saat korban dikeroyok. Korban dianiaya secara brutal dan ditikam di bagian pinggangnya hingga meninggal dunia.

  • Pelaku membawa senjata tajam. Para pelaku tidak mengindahkan teguran dan beberapa di antaranya diduga membawa senjata tajam.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Nasib tragis dialami seorang pemuda asal Kabupaten Gowa berinisial MFS (19), niatnya merayakan malam tahun baru bersama sang pacar harus berakhir nahas. Ia tewas setelah dikeroyok sekelompok orang yang ia tegur bermain petasan.

Insiden itu terjadi di Jalan Kerung-Kerung, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/1/2025) dini hari. Korban meregang nyawa setelah dikeroyok sekitar tujuh orang.

1. Polisi mengejar pelaku pengeroyokan

Luka tikam pada tubuh korban (Dok. Polres Gowa)

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin mengatakan peristiwa tersebut menelan korban jiwa di saat masyarakat merayakan malam pergantian tahun.

“Benar, telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia di Jalan Kerung-kerung," ucapnya.

Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus itu. "Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan oleh Polrestabes Makassar bersama Polsek Makassar,” kata Wahiduddin.

2. Kronologi kejadian saat korban dikeroyok

Korban mengalami luka pada bagian kepala (Dok. Polres Gowa).

Peristiwa berdarah ini berawal saat korban bersama sepupunya bernama Rifki datang untuk mengunjungi sang kekasih yang sedang berjualan di pinggir jalan. Namun letusan petasan mengarah ke arah mereka.

Merasa tak terima, korban kemudian mendatangi sekolompok orang yang mengarahkan petasan tersebut dan menegurnya. Nahas, korban justru dianiaya beramai-ramai secara brutal.

Tak hanya dianiaya hingga sekujur tubuhnya lebam, korban juga ditikam di bagian pinggangnya, Akibat luka serius itu, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Kejadiannya pas malam pergantian tahun. Sepupu saya dikeroyok gara-gara itu petasan lari ke tempat jualan pacarnya, dua kali tembakan ke sini,” ujar Rifki kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

3. Pelaku membawa senjata tajam

ilustrasi kembang api merah muda (pexels.com/Efrem Efre)

Rifki mengaku sempat menegur para pelaku agar berhenti bermain petasan. Namun teguran tersebut tidak diindahkan dan justru berujung pada pengeroyokan terhadap korban.

“Saya keluar dan bilang sudah, sudah. Tapi mereka lari ke sini dan main petasan lagi. Di situ saya lihat korban dikeroyok,” katanya.

Menurutnya pelaku pengeroyokan berjumlah sekitar tujuh orang. Beberapa di antaranya diduga membawa senjata tajam. “Kurang lebih ada tujuh orang, dan ada yang bawa senjata tajam,” tandasnya.

Editorial Team