Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250714-WA0154.jpg
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soelaiman. (IDN Times/Istimewa)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar memusatkan perhatian pada perbaikan sarana dan prasarana sekolah di berbagai wilayah. Perbaikan mencakup ruang kelas, ruang UKS, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah, seiring masih ditemukannya kerusakan di sejumlah satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soelaiman, menyampaikan jumlah sekolah di Makassar tergolong besar. Kondisi tersebut berdampak pada pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah kota.

"Untuk SD Negeri saja ada 315 sekolah, SMP Negeri 55 sekolah, dan SMP Swasta 186 sekolah. Sekolah negeri dan swasta pun juga banyak," kata Achi, Sabtu (7/2/2026).

1. Pemerataan sarana jadi perhatian

Ilustrasi sekolah. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)

Sebaran sekolah yang luas berdampak pada beragamnya kondisi bangunan. Achi menyebut masih ada sekolah yang membutuhkan perbaikan agar sarana pendidikan tetap menunjang kualitas pembelajaran. 

"Jadi, bagaimanalah memberikan pemerataan, karena dalam hal ini sarana dan prasarana yang ada di sekolah pun juga cukup menunjang sebenarnya untuk mutu dan kualitas pendidikan yang ada di Kota Makassar," ucapnya.

2. Revitalisasi sekolah didukung kementerian

Ilustrasi Sekolah Dasar Negeri.(IDN Times/Daruwaskita)

Upaya rehabilitasi sekolah juga didukung melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bantuan tersebut menyasar sekolah negeri dan swasta. 

"Bantuannya untuk revitalisasi yang masuk ke Kota Makassar ini cukup besar. Kabar baiknya karena sekolah swasta pun juga tetap dibantu oleh kementerian untuk revitalisasinya," kata Achi.

3. Usulan Musrenbang hingga wacana regrouping

Ilustrasi sekolah rusak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Selain bantuan pusat, usulan perbaikan sekolah berasal dari Musrenbang kecamatan dan aspirasi masyarakat. Dalam proses tersebut, muncul pula wacana regrouping sekolah di beberapa wilayah. 

"Ada usulan dari masyarakat untuk regrouping sekolah, karena ketersediaan sekolah negeri di Kota Makassar masih terbatas," kata Achi.

Meski begitu, Pemerintah Kota Makassar juga menjalin kolaborasi dengan sekolah swasta untuk menyesuaikan penyediaan layanan pendidikan. Hal ini agar seluruh anak usia sekolah tetap terlayani sesuai dengan visi Wali Kota Makassar.

Editorial Team