Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20251211_225621.jpg
Logo aplikasi LONTARA+ milik Pemerintah Kota Makassar. (PlayStore)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar akan mengintegrasikan sistem pembayaran pajak Pakinta ke dalam aplikasi Lontara+ mulai tahun 2026. Langkah ini bertujuan menyatukan seluruh layanan pemerintahan dalam satu aplikasi digital bagi masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, menjelaskan, integrasi ini memudahkan wajib pajak membayar pajak dengan cepat dan mudah. Sistem ini juga memberikan transparansi penuh dalam setiap transaksi pembayaran.

"Mulai tahun depan, pembayaran pajak akan kami integrasikan ke aplikasi Lontara Plus. Ini kami siapkan agar masyarakat cukup menggunakan satu aplikasi untuk semua urusan layanan," kata Andi Asminullah, Rabu (31/12/2025).

1. Digitalisasi tekan biaya dan permudah warga bayar pajak di mana saja

ilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)

Asminullah menjelaskan digitalisasi pembayaran pajak ini juga menjadi strategi pemerintah daerah untuk mendorong kepatuhan wajib pajak. Langkah ini sekaligus mampu menekan biaya operasional administrasi secara signifikan.

"Digitalisasi itu cost-nya lebih murah, ada kepastian, dan memudahkan masyarakat. Orang bisa membayar pajak di mana saja secara online, sehingga ini sangat penting untuk terus kita kejar," jelasnya.

2.Bapenda ajak warga Makassar gunakan Lontara+ untuk semua layanan kota

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar, Andi Asminullah. (Dok. Pemkot Makassar)

Asminullah mengimbau masyarakat Kota Makassar segera mengunduh dan memanfaatkan aplikasi Lontara+. Aplikasi ini menjadi bagian dari transformasi layanan digital pemerintah kota yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

"Secepatnya akan kita selesaikan integrasi ini supaya semua layanan, termasuk pembayaran pajak, bisa diakses dalam satu aplikasi saja," katanya.

3. Digitalisasi jadi kunci peningkatan PAD

ilustrasi pendapatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut Asminulah, digitalisasi menjadi kunci utama peningkatan PAD Kota Makassar. Tahun ini, Makassar berhasil meraih juara 1 TP2DD tingkat Sulawesi, sebuah indikator keberhasilan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. 

"Kami melakukan berbagai upaya, mulai dari perbaikan sistem digitalisasi, peningkatan pengawasan, pengoptimalan pendataan, dan berbagai langkah lainnya," katanya.

Editorial Team