Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suprianto Gassing, terduga pelaku perampokan Kantor Pos Cabang Takalar saat digelandang ke PolresTakalar (Dok. IDN Times/Polres Takalar)
Suprianto Gassing, terduga pelaku perampokan Kantor Pos Cabang Takalar saat digelandang ke PolresTakalar (Dok. IDN Times/Polres Takalar)

Intinya sih...

  • Suprianto Gassing ditangkap di rumah orangtuanya tanpa perlawanan.

  • Pelaku merampok uang sekitar Rp600 juta karena terdesak kebutuhan ekonomi.

  • Perampokan terjadi saat Kepala Kantor Cabang Pembantu Pos Takalar hendak menyimpan uang BLT ke dalam brankas sebelum kantor ditutup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Tim Resmob Polres Takalar berhasil meringkus Suprianto Gassing, terduga pelaku perampokan Kantor Pos Cabang Takalar. Pelaku kini telah berada di Polres Takalar guna penyelidikan lebih lanjut.

Saat tiba di halaman Polres Takalar, sejumlah anggota keluarga yang sejak sore menunggu di luar pagar tak mampu menahan tangis saat melihat Suprianto digiring petugas dengan pengamanan ketat hingga masuk ke ruang penyidik.

1. Ditangkap di rumah orangtuanya.

Suprianto Gassing, terduga pelaku perampokan Kantor Pos Cabang Takalar saat digelandang ke PolresTakalar (Dok. IDN Times/Polres Takalar)

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, mengatakan terduga pelaku ditangkap di rumah orang tuanya di Bontolangkasa, Kecamatan Bontonompo. Kabupaten Gowa, pada Sabtu malam (29/11/2025).

"Saat ditangkap tidak ada perlawanan," ucap Hatta kepada IDN Times, Minggi (30/11/2025).

2. Nekat merampok karena terdesak kebutuhan ekonomi

Polisi lakulan olah TKP (Dok. IDN Times/Polres Takalar)

Hatta menyatakan, berdasarkan keterangan sementara dari terduga pelaku, saat merampok ia membawa kabur uang sekitar Rp600 juta.

"Uang yang dibawa, kurang lebih Rp 600 juta, (nekat merampok) karena tergiur liat uang banyak. Namun (saat ditangkap) pelaku hanya mengakui Rp400 juta lebih," ujarnya.

Sementara motif pelaku nekat melakukan perampokan di kantornya sendiri terdesak kebutuhan ekonomi.

"Untuk dipakai biaya hidup sehari-hari," tandasnya.

3. Rampok uang BLT

Pegawai Pos Takalar hitung sisa uang yang diduga hendak dirampok (Dok. IDN Times/Polres Takalar).

Sebelumnya diberitakan, aksi perampokan terjadi di Kantor Pos Takalar, Jalan Jenderal Soedirman, Pattalassang, Jumat (28/11/2025) malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Peristiwa itu terjadi ketika Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pos Takalar, Suwanto Tahir, hendak menyimpan uang bantuan langsung tunai (BLT) ke dalam brankas sebelum kantor ditutup.

Editorial Team