Makassar, IDN Times - Komite Pemantau Legislatif (Kopel) meminta panitia khusus angket di DPRD Sulsel agar bersikap konsisten dan terbuka dalam menyelidiki dugaan pelanggaran Gubernur Nurdin Abdullah. Kinerja panitia angket akan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Direktur Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah mengatakan, saat ini opini publik tentang hak angket DPRD tengah terbelah. Sebagian kalangan mendukung, namun sebagian lagi ragu dengan komitmen legislator karena dikhawatirkan ada kepentingan lain di belakangnya.
"Kepercayaan publik terhadap DPRD akan terjawab di cara kerja pansus. Maka kami meminta mereka konsisten menggelar rapat-rapat secara terbuka. Sekali saja rapat digelar tertutup, maka kepercayaan publik akan menurun," kata Syam di Makassar, Jumat (28/6).