Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pagandeng Ikan asal Gowa Bisa Naik Haji usai Menabung Puluhan Tahun
Asis Deng Lipung, pedagang ikan keliling asal Gowa berangkat haji tahun 2026. (Dok. Kemenhaj Sulsel)
  • Asis Deng Lipung, penjual ikan asal Gowa, berhasil berangkat haji setelah puluhan tahun menabung dari penghasilan harian sekitar Rp100 ribu sambil memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak.
  • Meski sempat terkendala biaya pelunasan dan tunggakan pendaftaran, Asis akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci bersama istri dan mertuanya setelah menabung disiplin selama lima tahun.
  • Tahun 2026, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Gowa meningkat menjadi 1.452 orang dari sebelumnya 570, dengan keberangkatan terbagi dalam sepuluh kelompok terbang melalui Embarkasi Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada bapak namanya Asis dari Gowa yang jual ikan pakai sepeda. Dia nabung uang sedikit-sedikit tiap hari buat bisa naik haji. Uangnya juga dipakai buat anak dan keluarga, tapi dia tetap simpan buat cita-citanya. Sekarang bapak Asis sudah di tempat kumpul jemaah di Makassar dan siap berangkat ke Arab Saudi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah Asis Deng Lipung untuk menunaikan ibadah haji. Penjual ikan keliling asal Kabupaten Gowa ini akhirnya berangkat ke Tanah Suci setelah puluhan tahun menabung dari penghasilan hariannya.

Asis menjalani keseharian dengan berjualan ikan menggunakan sepeda. Penghasilannya sekitar Rp100 ribu per hari harus ia bagi untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan dua anaknya, sembari tetap menyisihkan sebagian untuk tabungan haji.

1. Menabung sedikit demi sedikit sejak lama

ilustrasi menabung (pexels.com/KaboomPics)

Asis mengaku sudah lama menanamkan niat untuk berhaji. Meski kondisi ekonomi sering menjadi tantangan, ia tetap disiplin menyisihkan uang setiap hari demi mewujudkan impiannya.

Ia menabung sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari selama lima tahun. Dari hasil tabungan itu, ia akhirnya bisa mendaftarkan diri bersama sang istri dan mertuanya pada tahun 2010.

“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” ujar Asis.

2. Sempat terkendala biaya pelunasan

Asis Deng Lipung, pedagang ikan keliling asal Gowa berangkat haji tahun 2026. (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Perjalanan menuju Tanah Suci tidak sepenuhnya berjalan mulus. Saat namanya masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini, Asis sempat terkejut karena belum memiliki dana cukup untuk pelunasan biaya.

Ia juga menghadapi kendala tunggakan saat proses pendaftaran. Namun, dengan usaha dan tekad, satu per satu rintangan tersebut berhasil ia lewati hingga akhirnya bisa berangkat.

Kini, Asis telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada Sabtu (25/4/2026) pukul 08.00 WITA. Ia dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada pukul 20.20 WITA.

3. Ratusan jemaah Gowa berangkat tahun ini

Sebanyak 1.452 jemaah haji asal Kabupaten Gowa diberangkatkan pada tahun 2026. (Dok. Kemenhaj Gowa)

Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Gowa pada musim haji 1447 H/2026 M mengalami peningkatan tajam. Tahun ini, sebanyak 1.452 jemaah diberangkatkan, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 570 jemaah.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, jemaah asal Gowa terbagi dalam sepuluh kelompok terbang dengan komposisi gabungan dari beberapa daerah. Di antaranya: Kloter 5 bersama jemaah asal Pangkep, Kloter 15 bersama Maluku Utara, Kloter 17 bersama Pinrang, Maros, Takalar, dan Maluku Utara, Kloter 21 (penutup gelombang pertama ke Madinah) bersama Soppeng dan Enrekang.

“Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 2.354 jemaah haji telah diberangkatkan dari Embarkasi Makassar. Jumlah tersebut berasal dari enam kelompok terbang dari total 43 kloter yang dijadwalkan berangkat tahun ini.

Editorial Team