Makassar, IDN Times - Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Sulawesi Selatan (Sulsel) menyoroti rencana pembentukan Satgas Pencegahan Aksi Demonstrasi oleh Pemprov Sulsel. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia.
Uki dari Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel menilai wacana pembentukan satgas tidak muncul secara tiba-tiba. Dia menyebut dinamika demokrasi di tingkat nasional turut memengaruhi kebijakan di daerah.
"Saya kira kebijakan ini tidak lahir sendiri, melainkan ada pengaruh dari nasional dalam lahirnya kebijakan satgas," kata Uki dalam diskusi publik terkait hal tersebut di Nol Tiga Café, Makassar, Jumat (13/22026).
Menurutnya, pola kepemimpinan di tingkat nasional dapat membentuk cara pandang pemerintah daerah. Pola tersebut kemudian memengaruhi respons pemerintah daerah terhadap kritik dan aksi demonstrasi.
"Situasi demokrasi nasional memengaruhi domestik, sederhananya mental model pemimpin di nasional akan memengaruhi pemimpin di domestik," katanya.
