Makassar, IDN Times - Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung sudah berjalan lima hari, hingga Rabu (21/1/2026). Sesuai prosedur, operasi akan berjalan selama tujuh hari, sebelum diputuskan soal opsi perpanjangan.
"Operasi pencarian korban terus kita laksanakan. Pada hari ketujuh akan kita evaluasi," kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii di Kantor Basarnas Makassar, Rabu.
Hingga Rabu, tim SAR gabungan yang mengerahkan lebih dari seribu personel, telah menemukan tiga korban meninggal dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Salah satunya berupa potongan tubuh. Tim SAR juga menemukan bagian penting pesawat berupa black box.
Sejauh ini tim DVI gabungan Polri telah mengidentifikasi dua jenazah korban, yaitu pramugari Florensia Lolita Wibisono dan pegawai Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban.
Pesawat nomor penerbangan PK-THT milik Indonesia Air Transport ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, usai dilaporkan hilang kontak dalam rute penerbangan Yogyakarta-Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.
