Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meminta seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kerawanan bencana yang kemungkinan bakal muncul seiring dengan masuknya puncak musim hujan.
Pada puncak musim hujan, kata Nurdin, potensi banjir karena sungai meluap bisa terjadi sewaktu-waktu. Sebab, menurutnya, Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa saat ini telah dinyatakan berstatus kritis karena pendangkalan lantaran masifnya alih fungsi lahan di kawasan tersebut.
"Hulu kita ini bermasalah. Jadi saya ingin sampaikan, kenapa kita harus siap siaga karena ini menghadapi curah hujan yang ekstrem. Kalau curah hujan normal, Bili-bili ini mampu menahan air kita," kata Nurdin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Tribun Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (8/1).
Sebagai informasi, Sungai Jeneberang merupakan sungai utama di DAS Jeneberang yang terletak di lereng barat Gunung Lompobattang. Aliran sungai ini dikendalikan oleh Bendungan Bili-bili yang mampu menyediakan air baku sebesar 3300 liter/detik dengan luas areal irigasi 24.585 Ha.