Makassar, IDN Times - Kabar kurang menggembirakan datang bagi sektor pertanian di Sulawesi Selatan pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan melaporkan adanya penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) secara umum pada bulan Januari 2026 dibandingkan posisi bulan sebelumnya. Penurunan ini menjadi sinyal peringatan awal bagi perekonomian pedesaan di wilayah tersebut.
Terkait kondisi ini, Plt. Kabag Umum BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Khaerul Agus, memberikan penjelasannya mengenai pentingnya indikator ini dalam melihat kondisi riil di lapangan.
"Nilai tukar petani biasanya digunakan sebagai proxy kesejahteraan petani, sekaligus sebagai indikator untuk mengukur daya beli petani di pedesaan," ujarnya saat menyampaikan rilis berita statistik BPS Sulsel, Senin (2/2/2026).
Lantas, sektor apa saja yang paling terdampak dan bagaimana rincian datanya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
