Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pedang samurai (unsplash.com/Krys Amon)
ilustrasi pedang samurai (unsplash.com/Krys Amon)

Intinya sih...

  • Tiga pria ditangkap karena menyerang warga di Makassar

  • Para pelaku berasal dari Jalan Kelapa Tiga dan dibekuk bersama senjata tajam

  • Polisi menyita samurai dan busur panah serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para pelaku

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Tim Resmob dan Personel Bhabinkamtibmas Polsek Rappocini menangkap tiga orang pelaku penyerangan terhadap warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

1. Merupakan warga Jl Kelapa Tiga Makassar

Ilustrasi penangkapan seorang tersangka menggunakann borgol di tangannya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail mengatakan para pelaku merupakan warga di Jalan Kelapa Tiga, Makassar.

"Tiga orang lelaki pelaku penyerangan berinisial (20), MI (22) dan AA (18)," ujar Ismail, Kamis (29/1/2026).

Ismail menyebut para pelaku dibekuk bersama barang bukti senjata tajam di sekitar Jalan Pelita Raya, pada Rabu (28/1/2026).

"Ditangkap beserta barang bukti senjata tajam," jelasnya.

2. Polisi turut menyita pedang samurai dan busur panah

Ilustrasi sajam yang disita polisi. (IDN Times/Teri).

Ismail mengungkapkan, senjata tajam yang disita dari tangan para pelaku berupa pedang samurai dan busur panah. Senjata tajam ini diduga digunakan untuk melakukan aksi penyerangan.

"Pelaku ditangkap setelah diduga melakukan aksi penyerangan yang meresahkan masyarakat sekitar," ucapnya.

3. Para pelaku digelandang ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut

Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Ismail menambahkan, penangkapan ketiga pelaku merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Rappocini

Pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

"Ketiga orang pelaku ini masih dalam pemeriksaan," tandas Ismail.

Editorial Team