Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nenek Jumaria yang Jadi Ikon Haji Global Kini Siap Umrah Sunah Kedua
Jumaria (70), jemaah calon haji asal Maros, Sulawesi Selatan, yang jadi ikon Haji Global Makkah Route 2026. (Dok. MCH 2026)
  • Jumaria, 70 tahun asal Maros, kembali mencuri perhatian di Tanah Suci setelah menjadi ikon global program Makkah Route 2026 dan kini bersiap menjalankan umrah sunah keduanya.
  • Kondisi fisiknya tetap prima tanpa riwayat penyakit berkat rutinitasnya sebagai buruh tani yang terbiasa berkebun dan berjalan kaki menuju Masjid Nabawi selama di Madinah.
  • Perjalanan spiritualnya diawali dari perjuangan menabung selama sekitar 20 tahun hasil kerja keras bertani, disimpan sederhana demi mewujudkan impian berhaji ke Baitullah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Sosok Jumaria (70), jemaah calon haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali mencuri perhatian di Tanah Suci. Setelah kisah perjuangannya menabung bertahun-tahun dari hasil menjadi buruh tani diangkat sebagai ikon global layanan Makkah Route Arab Saudi tahun 2026, kini lansia tersebut siap melaksanakan umrah sunah untuk kedua kalinya.

Di pemondokan jemaah calon haji Indonesia, seorang pendamping jemaah memperlihatkan kartu identitas haji miliknya berdampingan dengan kartu milik Jumaria. Perbedaan itu terlihat mencolok.

Pada kartu pendamping terdapat indikator riwayat penyakit, sedangkan kartu milik Jumaria bersih tanpa catatan medis. Di usia 70 tahun, kondisi fisik perempuan asal Kecamatan Tanralili, Maros, itu disebut sangat prima.

"Alhamdulillah tidak ada (penyakit). Dia cepat sekali Istitha'ah (syarat kesehatan)," ungkap sang pendamping dengan penuh rasa syukur dan kagum," kata pendamping jemaah dalam video dokumentasi Media Center Haji (MCH) 2026, Minggu (17/5/2026).

1. Kondisi fisik prima karena terbiasa berkebun

Jumaria (70), jemaah calon haji asal Maros, Sulawesi Selatan, yang jadi ikon Haji Global Makkah Route 2026. (Dok. MCH 2026)

Kondisi fisik Jumaria disebut terbentuk dari aktivitas sehari-harinya sebagai buruh tani. Sejak lama, dia terbiasa bekerja di kebun dan sawah untuk memenuhi kebutuhan hidup seorang diri.

"Dia tidak pernah makan obat. Pokoknya dia kerja, berkebun, bersawah. Alhamdulillah tidak ada penyakit didapat," kata pendamping Jumaria.

Selama berada di Madinah, Jumaria juga rutin berjalan kaki menuju Masjid Nabawi untuk melaksanakan ibadah. Di tengah aktivitas yang padat dan cuaca panas, dia tetap bugar dan tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Tiap hari pergi ke Masjid Nabawi, jalan kaki, alhamdulillah beliau tidak pernah mengeluh sakit," katanya.

2. Menabung 20 tahun dari hasil menjadi buruh tani

Jumaria (70), jemaah calon haji asal Maros, Sulawesi Selatan, yang jadi ikon Haji Global Makkah Route 2026. (Dok. MCH 2026)

Sebelumnya, kisah hidup Jumaria menjadi perhatian setelah dipilih sebagai ikon global program Makkah Route 2026. Perempuan lansia itu diketahui menabung sedikit demi sedikit dari upah bertani demi bisa berangkat haji.

Dari hasil panen, Jumaria menyisihkan sebagian penghasilannya untuk disimpan. Tabungan itu dikumpulkan selama bertahun-tahun hingga akhirnya cukup untuk mendaftar haji.

Uang hasil kerja keras tersebut bahkan disimpan sederhana di dalam ember yang diletakkan di bawah kasur rumahnya. Kesabaran dan kedisiplinan itu dijalani selama sekitar 20 tahun demi satu cita-cita, menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

3. Siap kembali melaksanakan umrah sunah

Jumaria (70), jemaah calon haji asal Maros, Sulawesi Selatan, yang jadi ikon Haji Global Makkah Route 2026. (Dok. MCH 2026)

Kini, setelah tiba di Tanah Suci, Jumaria kembali bersiap melangkah menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah sunah kedua. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak jemaah karena memperlihatkan keteguhan, kesederhanaan, dan daya tahan fisik di usia lanjut.

"Alhamdulillah hari ini siap lagi untuk umrah," kata pendamping Jumaria.

Editorial Team