Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ASN Bekerja dari Rumah, Munafri: Bukan Libur, Harus Selalu Siaga
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Pemerintah Kota Makassar menerapkan sistem kerja dari rumah bagi ASN dengan pengawasan ketat agar koordinasi dan respons kerja tetap cepat meski tidak berada di kantor.
  • Wali Kota Munafri menegaskan WFH bukan libur, sehingga absensi dan disiplin pegawai tetap diberlakukan seperti hari kerja biasa untuk mencegah penurunan produktivitas.
  • Pemkot Makassar tengah mengkaji kemungkinan penerapan work from anywhere sebagai langkah efisiensi sekaligus mengantisipasi peningkatan mobilitas ASN selama masa WFH.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Makassar menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara dengan pengawasan ketat agar produktivitas dan koordinasi tetap berjalan efektif.
  • Who?
    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar serta para aparatur sipil negara yang menjalankan tugas dari rumah.
  • Where?
    Kebijakan ini berlaku di lingkungan Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan pelaksanaan kegiatan kerja dilakukan dari lokasi tempat tinggal masing-masing ASN.
  • When?
    Kebijakan disampaikan pada Kamis, 2 April 2026, dan diterapkan selama periode kerja dari rumah yang saat ini sedang berlangsung.
  • Why?
    Penerapan WFH dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan pemerintahan sekaligus mengantisipasi ASN yang beranggapan bekerja dari rumah sama dengan libur atau kesempatan pulang kampung.
  • How?
    Pemkot mewajibkan absensi seperti biasa dan memastikan komunikasi melalui media digital seperti WhatsApp dan email agar koordinasi serta respons kerja tetap cepat dan terpantau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menekankan pengawasan ketat terhadap aparatur sipil negara (ASN) selama penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini disertai tuntutan agar komunikasi dan koordinasi kerja tetap berjalan responsif.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan ASN harus siap memberikan data dan informasi kapan saja saat dibutuhkan, meski tidak berada di kantor. Menurut dia, pola kerja selama WFH tetap mengedepankan kecepatan respons dan kesiapan kerja, terutama dalam mendukung kebutuhan pimpinan maupun pelayanan pemerintahan.

"Kalau kita minta data-data untuk ini, siapkan data-data itu. Kan bisa di-share pakai WhatsApp, bisa pakai email, dan sebagainya," kata Munafri, Kamis (2/4/2026).

1. Antisipasi ASN anggap WFH seperti libur

Balaikota Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri menjelaskan koordinasi kerja selama WFH dapat berlangsung melalui berbagai media digital. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan meski dari lokasi berbeda.

Munafri menegaskan penerapan WFH tidak mengurangi tuntutan produktivitas ASN. Seluruh pegawai tetap wajib menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal.

"Ini adalah warning yang disampaikan bahwa WFH itu bukan liburan tapi bekerja dari rumah," katanya. 

2. Absensi tetap dilaksanakan seperti biasa

Ilustrasi ASN. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Pemkot Makassar juga mewaspadai potensi ASN yang menganggap WFH sebagai kesempatan untuk berlibur. Hal ini terutama karena pelaksanaannya jatuh pada hari Jumat, yang berpotensi dimanfaatkan untuk pulang kampung.

Munafri menegaskan sistem absensi tetap diberlakukan seperti hari kerja biasa. Hal ini diterapkan untuk memastikan disiplin pegawai tetap terjaga selama menjalankan tugas dari rumah.

"Jangan karena ini kan di hari Jumat, sangat rentan orang menganggap ini orang pulang kampung dan sebagainya. Jadi ini kami akan absen sesuai seperti apa yang terjadi di hari biasa," katanya. 

3. WFA tambahan masih dalam kajian

Ilustrasi Work From Home. (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, Pemkot Makassar masih mengkaji kemungkinan penambahan hari kerja fleksibel melalui skema work from anywhere (WFA). Kajian ini digelar sebagai bagian dari respons terhadap kondisi saat ini, termasuk upaya menekan mobilitas dan penggunaan energi.

Munafri menyebut salah satu pertimbangan utama adalah menghindari potensi meningkatnya mobilitas ASN. Hal ini termasuk mengantisipasi risiko ASN memanfaatkan WFH untuk pulang kampung dalam waktu lebih lama.

"Kami lagi mengkaji, memaksimalkan kajian ini. Kenapa tidak dikasih dekat, tambah panjang lagi, tambah lama lagi orang pulang kampung," katanya.

Editorial Team