Makassar, IDN Times - Pendidikan di daerah terpencil Sulawesi Selatan masih bergulat dengan persoalan klasik yakni minimnya tenaga pengajar dan fasilitas pendukung. Meski berbagai kebijakan telah digulirkan, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang tak kunjung usai.
Masalah tersebut mulai dari sulitnya penempatan guru hingga terbatasnya akses listrik dan internet. Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin, mengakuinya sebagai salah satu tantangan dalam dunia pendidikan.
Minimnya tenaga pengajar dan infrastruktur pendidikan menjadi masalah utama yang belum terselesaikan, terutama di daerah yang termasuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Dia menyebutkan beberapa daerah yang memiliki wilayah terpencil.
"Yang kita anggap remote area. Kita anggap itu di daerah-daerah yang masuk kategori 3 T, seperti di daerah Pangkep, ada di daerah Luwu Utara, Selayar, dan Bone yang geografisnya itu yang di pulau dan di pegunungan," kata Iqbal saat diwawancarai IDN Times, pada Minggu (26/1/2025).
