Makassar, IDN Times - Di sudut Perumahan Grand Sulawesi, Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, sebuah kios mungil berwarna hijau tampak tak pernah sepi. Warga silih berganti datang, sekadar membeli pulsa, mengisi token listrik, atau melakukan top up dompet digital. Outlet GrabKios itu kini menjadi denyut ekonomi baru bagi sebuah keluarga yang sempat terpuruk oleh duka mendalam.
Kios sederhana itu bukan sekadar tempat usaha. Ia menjadi simbol harapan yang tumbuh dari kehilangan yang menyayat hati. Kios ini dihadirkan untuk keluarga Rusdamdiansyah yang akrab disapa Dandi, seorang mitra pengemudi ojek online (ojol) Grab yang meninggal setelah dikeroyok massa saat demonstrasi berujung kerusuhan di Kota Makassar pada 29 Agustus 2025. Kasusnya sempat menjadi perhatian publik.
