Makassar, IDN Times - Pesawat ATR 42-500 yang dinyatakan hilang saat terbang, Sabtu (17/1/2026), ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, menyatakan pesawat dipastikan menabrak lereng gunung sehingga meledak dan hancur.
Soerjanto mengatakan insiden ini dikatergorikan sebagai controlled flight into terrain (CFIT). "Jadi memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung, sehingga terjadi beberapa pecahan atau serpihan pesawat akibat terjadinya benturan," katanya saat konferensi pers di media center area kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (18/1/2026).
Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat, berdiri tepat di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Gunung tersebut bukan sekadar objek wisata pendakian, tapi juga adalah pilar penting bagi keseimbangan ekologi di Sulawesi Selatan.
Bulusaraung sendiri berasal dari dua suku kata bahasa Bugis, yakni "bulu" dan "saraung." "Bulu" berarti gunung dan "saraung" bermakna topi caping yang sering dipakai oleh petani untuk melindunginya dari panas terik ketika melakukan aktivitas di sawah.
Berikut ini IDN Times menyusun beberapa fakta menarik tentang Gunung Bulusaraung. Mulai dari kekayaan flora-faunanya hingga statusnya sebagai salah satu tujuan pendakian populer.
