Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melihat Ramainya Suasana Pembukaan MIWF 2026
Suasana pembukaan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 di Fort Rotterdam, Makassar, Kamis (14/5/2026) malam. (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Fort Rotterdam Makassar dipadati pengunjung saat pembukaan MIWF 2026 yang menampilkan pameran, workshop, diskusi sastra, dan pertunjukan seni dengan suasana meriah sejak pagi hingga malam.
  • Aan Mansyur menjelaskan tema Re-Co-Ordinate lahir dari refleksi internal MIWF dan kondisi sosial, dengan 144 program serta ratusan relawan terlibat selama empat hari penyelenggaraan.
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap MIWF menjadi agenda budaya tetap kota, sebagai ruang kolaborasi dan interaksi terbuka bagi masyarakat serta komunitas internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kawasan Fort Rotterdam, Makassar, Kamis (14/5/2026), dipenuhi lalu-lalang pengunjung. Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 resmi dibuka sebagai ruang pertemuan sastra, seni, dan gagasan kritis.

Festival yang memasuki tahun ke-16 dengan 15 kali pelaksanaan ini mengusung tema Re-Co-Ordinate.

Sejak pagi, suasana Fort Rotterdam sudah ramai oleh pengunjung. Mereka mendatangi berbagai program diskusi, pameran, workshop, hingga pertunjukan seni yang tersebar di sejumlah titik kawasan benteng bersejarah tersebut.

1. Pengunjung memadati pameran hingga area buku di Fort Rotterdam

Pengunjung memadati area Semesta Buku dalam event Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 di Fort Rotterdam, Makassar, Kamis (14/5/2026) malam. IDN Times/Asrhawi Muin

Di beberapa sudut, pengunjung tampak berhenti menikmati pameran Pop Up Library - Photobook & Zine, Pameran Tarot La Galigo, hingga Pameran Greenpeace. Sementara di area lain, peserta mengikuti workshop microgreens, diskusi sastra surealisme, hingga pemutaran video performance art.

Di area Selasar dan Ruang D1 Gedung D, pengunjung juga memadati area Semesta Buku yang dipenuhi deretan buku dari berbagai penerbit. Sejumlah pengunjung tampak berhenti cukup lama untuk membaca sinopsis, berbincang dengan penjaga stan hingga memilih buku yang ingin dibawa pulang.

Sebagian pengunjung tampak memenuhi area jajanan yang berada di sekitar lokasi festival. Mereka terlihat mengantre membeli makanan dan minuman sambil menikmati suasana malam di Fort Rotterdam.

Malam pembukaan juga diwarnai pembacaan karya Emerging Writers sebagai rangkaian seremoni utama. Sorotan lampu panggung mengarah ke penulis muda yang tampil satu per satu membacakan karya mereka di hadapan ratusan pengunjung.

2. Aan Mansyur sebut tema festival lahir dari pengalaman internal MIWF

Direktur MIWF Aan Mansyur memberikan sambutan saat pembukaan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 di Fort Rotterdam, Makassar, Kamis (14/5/2026) malam. IDN Times/Asrhawi Muin

Direktur MIWF, Aan Mansyur, menyebut tema Re-Co-Ordinate lahir dari pengalaman internal festival sekaligus situasi sosial yang lebih luas. Menurut Aan, MIWF tidak hanya ingin menjadi festival sastra, tetapi juga ruang percakapan atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

"Jangan-jangan persoalan kita juga adalah karena kita juga gagal secara relasional, gagal secara rekoordinasi. Dan itu saya kira kita alami. Susah, susah sekali," kata Aan dalam sambutannya.

Menurut Aan, kepadatan program menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan MIWF tahun ini. Selama empat hari festival berlangsung, panitia harus mengatur 144 program yang berjalan di berbagai ruang dan melibatkan ratusan orang di balik layar.

"Tapi oleh volunteer, oleh teman-teman yang bekerja. Kami bekerja kurang lebih 300 orang. Ada 16 di PC kalau tidak salah," kata Aan yang disambut tepuk tangan meriah.

3. Pemkot Makassar ingin MIWF terus tumbuh sebagai agenda budaya kota

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan sambutan saat pembukaan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 di Fort Rotterdam, Makassar, Kamis (14/5/2026) malam. IDN Times/Asrhawi Muin

Pembukaan MIWF 2026 juga dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Hadir pula delegasi internasional termasuk Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Fenone serta Konsultan Jenderal Australia di Makassar, Todd Diaz.

Dalam sambutannya, Munafri menyebut Pemerintah Kota Makassar ingin menjadikan MIWF sebagai salah satu agenda budaya yang terus tumbuh di kota ini. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ruang sastra, tetapi juga ruang interaksi terbuka bagi masyarakat.

"Event ini menjadi ruang kolaborasi, ruang interaksi yang benar-benar sangat terbuka dan memperkaya wawasan kita," kata Munafri.

Editorial Team