Makassar, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberi tekanan terhadap dunia usaha di Sulawesi Selatan. Pelaku usaha menghadapi kenaikan biaya produksi akibat mahalnya bahan baku impor, mesin, logistik, hingga kebutuhan energi.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan, Satriya Madjid, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan sejumlah sektor usaha di daerah. "Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan pelaku usaha di Sulawesi Selatan, terutama sektor yang masih bergantung pada bahan baku impor, mesin, hingga kebutuhan logistik dan energi," kata Satriya, Rabu (20/5/2026).
