Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1001348024.jpg
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. (Dok Humas Pemprov Sulsel)

Intinya sih...

  • Pemprov Sulsel pastikan layanan kesehatan tetap berjalan

  • Langkah mitigasi disiapkan sambil menunggu perbaikan sistem

  • Penonaktifan BPJS PBI berdampak pada ratusan ribu warga Sulsel

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menanggapi penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan terhadap ratusan ribu penerima bantuan pemerintah yang terjadi di sejumlah daerah. Pemprov menyebut persoalan tersebut disebabkan kendala sistem aplikasi yang berdampak secara nasional.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan gangguan tersebut bukan hanya terjadi di Sulawesi Selatan, melainkan merata di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah daerah masih menunggu proses perbaikan dari pemerintah pusat.

"Ini kalau tidak salah, masalah aplikasi. Kalau masalah aplikasi itu menunggu waktu saja," Andi Sudirman saat ditemui usai rapat koordinasi bersama Forkopimda Sulsel, bupati, dan wali kota di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026).

1. Pemprov Sulsel pastikan layanan kesehatan tetap berjalan

ilustrasi layanan kesehatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski demikian, Sudirman menegaskan layanan kesehatan kepada masyarakat tetap harus berjalan. Pemprov Sulsel akan menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, termasuk dinas kesehatan dan rumah sakit, agar tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

"Kita akan menginstruksikan kepada dinas-dinas kesehatan dan rumah sakit untuk tetap harus pelayanan," katanya.

2. Langkah mitigasi disiapkan sambil menunggu perbaikan sistem

ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Pemprov Sulsel juga menyiapkan langkah mitigasi sembari menunggu solusi dari pemerintah pusat terkait permasalahan sistem aplikasi tersebut. Upaya ini bertujuan agar masyarakat tidak terkendala dalam mengakses layanan kesehatan.

"Kita akan mengupayakan mitigasi untuk solusi terkait masalah aplikasi yang merata di seluruh Indonesia," kata Sudirman.

3. Penonaktifan BPJS PBI berdampak pada ratusan ribu warga Sulsel

Ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Rahmat Arief)

Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifkan sebanyak 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) pada 2025. Kebijakan tersebut berdampak pada kepesertaan JKN di sejumlah daerah.

Di Sulsel, jumlah peserta BPJS PBI di tercatat mencapai 3,3 juta jiwa. Namun, setelah proses pembersihan dan pemadanan data, hampir 300 ribu peserta dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan iuran yang ditanggung pemerintah pusat.

Editorial Team