Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Marak Tembak-tembakan Senjata Mainan di Makassar, Munafri: Bahayanya Besar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. IDN Times/Asrhawi Muin
  • Fenomena tembak-tembakan senjata mainan di Makassar makin marak dan menimbulkan kekhawatiran karena dilakukan di jalan raya, bahkan sambil konvoi menggunakan sepeda motor.
  • Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai permainan itu berbahaya jika dilakukan di ruang publik karena bisa mencelakai diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
  • Munafri mengimbau warga agar mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan bersama dengan tidak melakukan aktivitas berisiko di jalan umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru gel atau plastik yang melibatkan remaja di Kota Makassar, belakangan menjadi sorotan. Permainan yang awalnya dianggap hiburan itu kini sering terjadi di jalan raya, bahkan sambil berkonvoi menggunakan sepeda motor.

Fenomena tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, peluru gel yang ditembakkan dari jarak dekat juga dapat melukai jika mengenai bagian tubuh sensitif.

Situasi ini semakin menjadi perhatian setelah seorang remaja berusia 18 tahun, Betrand Eka Prasetyo, dilaporkan meninggal dunia usai diduga tertembak oleh anggota polisi. Insiden itu terjadi saat pembubaran kerumunan remaja yang bermain tembak-tembakan di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Minggu (1/3/2026).

1. Permainan tembak-tembakan dinilai berbahaya di jalan raya

ilustrasi pistol mainan (instagram.com/tontonanmasakecil)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait fenomena tersebut. Munafri menilai permainan tembak-tembakan sebenarnya tidak menjadi masalah jika berlangsung di tempat khusus dengan prosedur keselamatan yang jelas.

"Saya cuma mau melihat begini. Kita harus menjaga bukan hanya keselamatan diri kita sendiri tapi keselamatan orang lain. Contoh, kalau main tembak-tembakan di tempat yang disediakan, pakai protokoler safety yang baik, silakan tidak ada masalah," kata Munafri saat ditemui di Makassar, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, persoalan muncul karena permainan tersebut berlangsung di jalan raya. Remaja bahkan terlibat aksi tembak-tembakan sambil berkendara menggunakan sepeda motor.

"Persoalannya ini main tembak-tembakannya di jalan raya. Berdiri di atas motor tembak temannya yang juga berdiri d atas motor. Bahayanya sangat luar biasa," katanya.

2. Berpotensi membahayakan pengguna jalan lain

ilustrasi Konvoi. IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Munafri menilai situasi tersebut tidak hanya berisiko bagi para pelaku. Kondisi itu juga membahayakan masyarakat lain yang sedang melintas.

"Kalau terjadi apa-apa, bukan hanya merugikan diri sendiri tapi orang lain juga bisa berdampak," katanya.

Munafri juga menyoroti potensi gangguan terhadap pengguna jalan yang memiliki kepentingan mendesak. Misalnya, warga yang sedang menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Ada orang lain, ada orang yang mungkin mau ke rumah sakit, buru-buru karena mau berobat dan sebagainya itu bisa terhalang karena konvoi-konvoi seperti ini," ucap Munafri.

3. Warga diminta patuhi aturan lalu lintas

Ilustrasi Rambu lalu lintas. (IDN Times/Bandot Arywono)

Munafri menilai persoalan tersebut muncul karena pengguna jalan perlu saling menghargai satu sama lain. Dia menegaskan jalan raya digunakan bersama, bukan hanya oleh satu pihak saja.

Karena itu, dia mengingatkan aktivitas di jalan raya harus mematuhi aturan lalu lintas. Aturan tersebut berlaku bagi semua pengguna jalan.

"Ada aturan-aturannya, ada undang-undang lalu lintas yang harus kita patuhi. Jadi saya memastikan tolong semua pihak harus mampu menahan diri," katanya.

Editorial Team