Makassar, IDN Times - Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru gel atau plastik yang melibatkan remaja di Kota Makassar, belakangan menjadi sorotan. Permainan yang awalnya dianggap hiburan itu kini sering terjadi di jalan raya, bahkan sambil berkonvoi menggunakan sepeda motor.
Fenomena tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, peluru gel yang ditembakkan dari jarak dekat juga dapat melukai jika mengenai bagian tubuh sensitif.
Situasi ini semakin menjadi perhatian setelah seorang remaja berusia 18 tahun, Betrand Eka Prasetyo, dilaporkan meninggal dunia usai diduga tertembak oleh anggota polisi. Insiden itu terjadi saat pembubaran kerumunan remaja yang bermain tembak-tembakan di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Minggu (1/3/2026).
