Kondisi sekretariat Mapala UMI pascapenyerangan dan pembakaran, Senin (18/11) / Sahrul Ramadan
Sepanjang November 2019, polisi mencatat empat kejadian bentrokan antar mahasiswa terjadi di dalam kawasan kampus di Kota Makassar. Peristiwa yang terjadi di Universitas Muslim Indonesia (UMI) paling menyedot perhatian pihak kepolisian.
Untuk diketahui, pada Selasa (12/11), penyerangan dilakukan oleh 20 orang mengenakan penutup muka terhadap mahasiswa Fakultas Hukum (FH) terjadi di kampus UMI. Akibatnya, satu orang mahasiswa asal Kabupaten Bone meninggal dunia.
Tiga orang mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) di kampus tersebut ditetapkan menjadi tersangka. Sementara para pelaku lain hingga saat ini masih diburu polisi. Kejadian serupa kembali terjadi di dalam kampus itu pada Senin (18/11) sekitar pukul 16.00 WITA.
Ratusan pelaku berpenutup muka, membabi buta menyerang dan membakar Sekretariat Mapala UMI dilanjutkan dengan merusak sejumlah infrastruktur di Fakultas Hukum. Setelah membakar, ratusan orang dari kelompok itu langsung merangsek masuk ke wilayah Fakultas Hukum. Polisi juga masih memburu pelaku yang diketahui telah teridentifikasi.
Sementara di selatan kota pada Kamis (21/11), bentrokan lagi-lagi terjadi di kampus Universitas Negeri Makassar (NM). Dua kubu mahasiswa beda fakultas terlibat bentrok. Dua orang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) dilaporkan menjadi korban. Sejumlah mahasiswa yang terlibat masih diburu.
Kejadian serupa pecah pada Sabtu (30/11) dini hari tadi, polisi mengamankan 16 orang mahasiwa dari salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Kampus STIEM Bongaya, Makassar. Mereka diduga tengah bersiap melakukan bentrokan terhadap salah satu fakultas di dalam kampus mereka. Mereka yang diamankan saat ini masih diamankan di Mako Polrestabes Makassar untuk dimintai keterangan