Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1001500184.jpg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bertemu Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). (Dok. Pemkot Makassar)

Intinya sih...

  • Rencana Diplomat Day in Makassar sebagai upaya memperluas promosi potensi daerah ke tingkat internasional.

  • Makassar dinilai strategis oleh Kemenlu karena letak geografisnya yang mendukung pengembangan sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional di kawasan Indonesia timur.

  • Pengembangan kawasan ekonomi dan wisata di wilayah timur Indonesia, termasuk Makassar, masuk wilayah prioritas promosi ke pasar global.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makasssar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebagai upaya memperluas promosi potensi daerah ke tingkat internasional. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan sektor pariwisata dan kemaritiman sebagai unggulan Kota Makassar di pasar global.

Penjajakan tersebut berlangsung saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berkunjung ke Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Munafri diterima Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta.

Munafri menyampaikan ketertarikan Pemerintah Kota Makassar untuk memanfaatkan jejaring diplomasi yang dimiliki Kementerian Luar Negeri. Upaya tersebut untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kota Makassar kepada publik internasional.

"Melalui skema promosi dan pameran luar negeri yang difasilitasi Kemenlu, Kota Makassar berpeluang tampil sebagai kota pesisir strategis yang memiliki wisata, sunset daya saing bisa kita promosikan di luar negeri," kata Munafri.

1. Rencana Diplomat Day in Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Makassar merencanakan agenda bertajuk Diplomat Day in Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada Mei atau Juni 2026. Agenda tersebut dirancang sebagai ruang temu antara pemerintah daerah dan perwakilan diplomatik berbagai negara.

"Melalui Diplomat Day in Makassar, para diplomat asing diharapkan dapat melihat, merasakan, dan memahami posisi strategis Makassar sebagai gerbang maritim Indonesia Timur, sekaligus destinasi wisata bahari yang memiliki daya tarik," kata Munafri.

2. Makassar dinilai strategis oleh Kemenlu

Ilustrasi suasana Pantai Losari di Kota Makassar. (Unsplash.com/Khairul Akbar)

Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar, Andi Zulfitra Dianta, menyampaikan penilaian Wakil Menteri Luar Negeri terhadap posisi geografis Kota Makassar. Makassar dinilai memiliki letak strategis yang mendukung pengembangan sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional di kawasan Indonesia timur.

"Wamenlu melihat Makassar memiliki letak geografis yang sangat strategis, baik sebagai gerbang kawasan timur Indonesia maupun sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dan pariwisata internasional," kata Andi Zulfitra.

3. Pengembangan kawasan ekonomi dan wisata di wilayah timur

Suasana spot kuliner di Zona 5 venue Festival F8, anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (27/7/2024). (IDN Times/Istimewa)

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri juga tengah menginisiasi pengembangan kawasan ekonomi dan wisata di wilayah timur Indonesia sebagai alternatif destinasi selain Bali. Dalam skema tersebut, Makassar bersama Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat masuk wilayah prioritas promosi ke pasar global.

"Fokus Kemenlu pengembangan ini diarahkan untuk menjangkau pasar negara-negara Timur Tengah yang dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi investasi maupun kunjungan wisata," kata Zulfitra.

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada kawasan Pantai Losari dan sekitarnya. Kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik dari sisi sejarah, budaya, serta karakter lanskap pesisir yang khas.

"Di Makassar, Pantai Losari dan kawasan sekitarnya memiliki cerita dan karakter yang kuat. Ini menjadi nilai tambah yang sangat menarik bagi wisatawan internasional, khususnya dari Timur Tengah," katanya.

Editorial Team