Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260103_145906.jpg
Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Makassar mengevakuasi kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin di perairan Barrang Lompoa, Kamis malam (1/1/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Makassar, IDN Times - Lima nelayan berhasil selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di perairan Barrang Lompo, Kota Makassar, Kamis malam (1/1/2026). Insiden tersebut terjadi saat para nelayan sedang melaut di tengah perairan.

Mesin kapal tiba-tiba tidak berfungsi sehingga perahu kehilangan kendali di tengah gelombang laut yang cukup tinggi. Situasi semakin sulit karena kejadian berlangsung pada malam hari dengan jarak pandang yang terbatas.

Laporan warga yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera ditindaklanjuti. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD mengerahkan tujuh personel untuk melakukan pencarian dan evakuasi yang dimulai sekitar pukul 18.30 WITA.

1. Evakuasi berlangsung pada malam hari

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Makassar mengevakuasi kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin di perairan Barrang Lompoa, Kamis malam (1/1/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Proses evakuasi berlangsung dalam situasi yang menantang dengan kondisi laut bergelombang dan jarak pandang terbatas pada malam hari. Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menyebut tantangan tersebut dihadapi langsung oleh tim saat proses pencarian dan penyelamatan di perairan Barrang Lompoa.

"Pencarian dilakukan pada malam hari dengan ombak yang cukup tinggi, tetapi seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat," kata Fadli, Sabtu (1/1/2026).

2. Tidak ada korban jiwa maupun luka

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Makassar mengevakuasi kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin di perairan Barrang Lompoa, Kamis malam (2/1/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Meski proses pencarian berlangsung cukup menantang namun tim berhasil menemukan kapal nelayan yang mengalami kerusakan dan mengevakuasi seluruh penumpangnya. Fadli menyebut hal ini berkat koordinasi yang baik, pengalaman, serta kesiapsiagaan personel. 

"Seluruh nelayan kemudian dibawa ke daratan Kota Makassar dalam kondisi aman. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut," kata Fadli.

3. BPBD ingatkan nelayan tingkatkan kewaspadaan

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Makassar mengevakuasi kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin di perairan Barrang Lompoa, Kamis malam (1/1/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Fadli mengingatkan nelayan dan warga pesisir agar meningkatkan kewaspadaan sebelum melaut. Perhatian terhadap prakiraan cuaca serta kesiapan kapal dan mesin disebutnya sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.

"Kami mengajak para nelayan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca, memeriksa kondisi kapal sebelum berangkat, serta segera melapor apabila mengalami keadaan darurat di laut," kata Fadli.

Adapun lima nelayan yang tercatat dalam proses evakuasi tersebut yakni Muh. Ruslan Kadir (58), Nasir (58), Subhan (56), Abdullah (25), dan Dwi (31). Kelimanya berada di satu kapal saat peristiwa terjadi.

Editorial Team