Makassar, IDN Times - Peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti libur akhir pekan rupaya tak membuat penjualan kamar hotel di Kota Makassar meningkat. Sebaliknya, penjualan malah menurun.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Anggiat Sinaga, mengatakan liburan panjang ini bahkan membuat okupansi hotel anjlok. Kenaikan itu hanya terjadi pada hotel-hotel yang terletak di wilayah objek wisata.
"Libur panjang untuk Makasssar bagaikan mimpi buruk (nightmare) karena hunian pasti anjok. Occupancy hanya bergerak beberapa kabupaten di Sulsel seperti Toraja, Gowa dan Bulukumba," kata Anggiat via Whatsapp, Kamis (29/10/2020).
