Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fix! Proyek PSEL Segera Dibangun di TPA Antang, Libatkan Tiga Daerah
Momen penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan PSEL oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, beserta pemerintah kota serta kabupaten terkait yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Sabtu (4/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Proyek PSEL akan dibangun di TPA Antang, Makassar, melibatkan Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, serta Pemkab Gowa dan Maros untuk mengolah sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan.
  • PSEL diharapkan menekan volume sampah hingga 2.000 ton per hari dengan teknologi modern sekaligus mendorong pengelolaan dari hulu melalui pemilahan dan pengurangan sampah sejak sumbernya.
  • Gubernur Sulsel mendukung penuh proyek ini sebagai amanah Presiden dalam Gerakan Indonesia ASRI dan menekankan pentingnya koordinasi lintas daerah serta edukasi budaya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sulawesi Selatan, yang akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Makassar.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Gowa, Pemerintah Kabupaten Maros, Danantara, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq sebagai saksi penandatanganan.
  • Where?
    Kegiatan penandatanganan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, sedangkan proyek PSEL akan dibangun di TPA Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
  • When?
    Penandatanganan dilakukan pada Sabtu, 4 April 2026. Pembangunan fasilitas dijadwalkan dimulai setelah proses kerja sama resmi ditetapkan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait.
  • Why?
    Pembangunan PSEL bertujuan mengatasi peningkatan volume sampah di wilayah Makassar, Gowa, dan Maros sekaligus mengubah limbah menjadi energi listrik ramah lingkungan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
  • How?
    Pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak swasta
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) akhirnya akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar. Hal itu ditandai usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sulawesi Selatan.

Penandatanganan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (4/4/2026). Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Penandatanganan melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Gowa, Pemerintah Kabupaten Maros serta Danantara. 

Pembangunan PSEL dipandang sebagai solusi strategis untuk mengatasi timbunan sampah yang terus meningkat tiap tahun. Selama ini, keterbatasan kapasitas pengolahan dan teknologi membuat sebagian besar sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem terbatas. Penerapan teknologi berbasis energi listrik diharapkan menjadi jawaban atas tantangan tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut penandatanganan PKS sebagai hasil koordinasi panjang lintas pemerintah daerah. Dukungan ini penting untuk menjamin pasokan sampah ke fasilitas PSEL dan memastikan keberhasilan proyek.

"Ini suatu langkah panjang yang telah dilakukan, perjalanan yang tidak pendek, hampir setahun lebih di bawah koordinasi Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Atas saran Bapak Presiden, kita semua kemudian mendukung pembangunan waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau PLTSa atau PSEL," kata Hanif.

1. PSEL diharapkan jadi solusi teknologi dan energi

Aktivitas di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (2/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Menurut Hanif, pembangunan fasilitas PSEL tidak hanya menurunkan volume sampah, tetapi juga mengubah limbah menjadi energi listrik yang bermanfaat. Transformasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan dan memberikan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

Di Sulawesi Selatan, timbunan sampah di Makassar, Gowa, dan Maros diperkirakan mencapai 2.000 ton per hari. Kondisi ini mendorong percepatan penerapan teknologi pengolahan modern untuk mencegah dampak lingkungan serius.

Melalui PSEL, sampah dari Gowa dan Maros selalu wilayah aglomerasi, juga akan diangkut ke Makassar. Sampah tersebut akan dikelola di TPA Antang.

"Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu kemudian memotong generasi dari pengelolaan sampah ini," jelas Hanif.

2. Pengelolaan sampah dari hulu

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, diwawancarai usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan PSEL di Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu (4/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Selain pengolahan di hilir, Hanif menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari hulu. Pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya menjadi faktor keberhasilan sistem PSEL. Tanpa strategi hulu, beban pengolahan di hilir akan tetap tinggi.

"Penyelesaian sampah tidak semata-mata harus selesai dihilir. Bapak Presiden telah mengingatkan kepada kita semua dalam rakornas tanggal 2 Februari kemarin yang didengar langsung oleh para Gubernur, Wali Kota, bahwa Bapak Presiden mengingatkan kedaruratan sampah," katanya. 

Hanif berharap proyek PSEL di Sulawesi Selatan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Keberhasilan implementasi diharapkan mendorong adopsi teknologi serupa di berbagai wilayah.

"Jadi kami harap di bawah pimpinan Bapak Gubernur, kita akan segera mengakhiri praktek open dumping di seluruh TPA di Sulawesi Selatan sehingga akan berkontribusi sangat signifikan dalam meningkatkan tata kelola sampah nasional," katanya. 

3. Gubernur Sulsel dukung proyek PSEL

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, diwawancarai usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan PSEL di Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu (4/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan kegembiraannya atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Sulawesi Selatan. Dia menyebut program PSEL sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi amanah Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI.

"Pak Menteri datang melaksanakan program yang betul-betul sangat dibutuhkan masyarakat khususnya Sulawesi Selatan terkait persoalan persampahan, apalagi menjadi amanah dan atensi Bapak Presiden dengan program ASRI, Gerakan Indonesia ASRI termasuk adalah bagaimana sistem pengolahan di hilir dan di hulu bagi persampahan," katanya. 

Sudirman menekankan pentingnya memastikan jumlah pasokan sampah yang masuk ke pabrik pengolahan cukup dari provinsi, kabupaten, dan kota. Dia berharap koordinasi, edukasi, serta budaya adaptif dalam pengelolaan sampah dapat berjalan seiring pembangunan PSEL.

"Kemudian sama-sama mensupport dengan mengedukasi serta menghidupkan kultur ataupun budaya yang sangat adaptif terhadap bagaimana sistem pengolahan persampahan," katanya.

Editorial Team