Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lewat Single "Bertalu", Fais Palintan Bicara Perjuangan Hidup
Cover single terbaru solois asal Parepare, Fais Palintan, yang berjudul "Bertalu". (Dok. Istimewa)
  • Fais Palintan merilis single terbaru berjudul "Bertalu" pada 2 Februari 2026, berkolaborasi dengan musisi asal Palu, Akbar Cawa Laoki dari proyek Kereta Pekerti.
  • Lagu "Bertalu" lahir spontan saat residensi di Makassar dan digarap sederhana di kamar hotel, dengan bantuan Gustav Pator Rantetasik untuk mixing serta mastering.
  • "Bertalu" membawa pesan tentang semangat dan ketekunan dalam menghadapi perjuangan hidup, diharapkan menjadi penyemangat bagi pendengar yang sedang berproses mencapai impian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Setahun lebih tanpa karya, solois asal Parepare yakni Fais Palintan akhirnya kembali single terbarunya pada 2 Februari 2026 lalu dengan judul "Bertalu". Berbeda dengan single-single sebelumnya, Fais kali ini tidak sendiri.

Ia menggandeng Akbar Cawa Laoki, musisi asal Palu yang tergabung bersama moniker bernama Kereta Pekerti. Kesamaan visi memandang musik sebagai cara mengenal dunia luar dan belajar melihat kehidupan dari berbagai sudut pandang membuat keduanya langsung klop.

1. Ide lagu muncul secara spontan saat mengikuti program residensi

Penyanyi asal Parepare, Fais Palintan, saat tampil di festival musik Prolog Fest edisi 2024. (Instagram.com/prologfest)

Proses kreatif lagu "Bertalu" terbilang cukup unik dan organik. Alih-alih direncanakan berbulan-bulan di studio mewah, lagu ini justru lahir saat keduanya sedang mengikuti proses residensi di Makassar. Fais Palintan mengungkapkan bahwa chemistry mereka terbangun sangat cepat.

"Idenya lahir secara tiba-tiba dan langsung kami eksekusi di sebuah kamar hotel," ujar Fais dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times pada Sabtu (21/2/2026). Meskipun digarap dengan alat seadanya di kamar, mereka memastikan kualitas teknis tetap terjaga dengan bantuan Gustav Pator Rantetasik untuk proses mixing dan mastering.

2. Dimensi bebunyian membuat lagu ini berbeda dengan karya-karya Fais sebelumnya

Single ini terasa berbeda ketimbang karya-karya Fais Palintan sebelumnya. Ada dimensi bebunyian yang coba mereka tawarkan kepada para pendengar. Akbar Cawa Laoki menjelaskan bahwa mereka melakukan eksplorasi teknis yang cukup mendalam.

"Pada single tersebut, kami ingin menghadirkan dimensi bebunyian yang menurut kami belum pernah ada di lagu-lagu sebelumnya. Dari segi teknis sampai modulasi, semua kami kerjakan dengan sangat detail," jelas Akbar tentang warna musik dalam "Bertalu".

3. Diharap jadi lagu penyemangat bagi orang-orang yang sedang berjuang

Penyanyi asal Parepare, Fais Palintan, saat mengikuti Echoes Music Residency pada November 2025. (Instagram.com/faispalintan)

Fais menyebut "Bertalu" lebih dari sekadar lagu, tapi juga pembawa pesan mendalam tentang persistensi dan perjuangan hidup. Lagu ini didedikasikan bagi siapa saja yang sedang berusaha keras mencapai impiannya secara kontinu tanpa rasa bosan. Fais berharap lagu ini bisa menjadi kawan bagi mereka yang sedang berproses.

"Harapannya, karya ini bisa menjadi mood booster bagi para pejuang di luar sana. Walaupun kadang ada distraksi, percayalah dengan konsistensi dan melibatkan Tuhan, selalu ada jalan baik yang menyertai tanpa kita sadari," pungkas Fais dengan penuh optimisme.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team