Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Layanan Kesehatan Mental RSUD Daya Meningkat, SDM Minim Jadi Kendala
RSUD Daya Sediakan Layanan Kesehatan Mental Lengkap. (IDN Times/Darsil Yahya)
  • Layanan kesehatan mental di RSUD Daya Makassar meningkat signifikan sejak 2005, dengan rata-rata 200 pasien per bulan dan fasilitas konsultasi hingga terapi yang terus dikembangkan.
  • Keterbatasan tenaga medis menjadi kendala utama, karena hanya tersedia dua psikiater dan dua perawat, sehingga rumah sakit berencana menambah psikolog klinis serta fasilitas pendukung.
  • Stigma sosial terhadap gangguan jiwa masih kuat, namun dukungan keluarga disebut sebagai faktor penting dalam pemulihan pasien yang didominasi perempuan dengan berbagai jenis gangguan mental.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang sekarang datang ke RSUD Daya di Makassar buat periksa pikiran dan perasaan mereka. Tiap bulan ada kira-kira dua ratus pasien yang datang. Rumah sakitnya punya dokter dan perawat, tapi masih kurang orang buat bantu. Kadang orang masih malu kalau mau berobat. Dokternya bilang keluarga harus bantu supaya pasien cepat sembuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Layanan kesehatan mental di RSUD Daya Makassar terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan jiwa.

Meski demikian, di balik perkembangan tersebut, RSUD Daya masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan tenaga medis dan stigma sosial yang masih melekat di masyarakat menjadi kendala yang belum sepenuhnya teratasi.

1. Rata-rata kunjungan 200 pasien per bulan

RSUD Daya Sediakan Layanan Kesehatan Mental Lengkap. (IDN Times/Darsil Yahya)

Kepala Bagian Layanan Masyarakat RSUD Daya Makassar, Irnayanti, mengatakan layanan kesehatan mental di rumah sakit ini telah tersedia sejak 2005. “Dan dalam beberapa tahun terakhir terus kami kembangkan sebagai layanan spesialistik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan yang diberikan cukup lengkap dan mencakup berbagai kebutuhan pasien.

“Untuk layanan kesehatan mental itu hampir semua kami akomodir, mulai dari konsultasi psikiater, konseling, terapi obat, hingga rujukan,” jelasnya.

Layanan ini tersedia melalui poli jiwa setiap hari kerja, sementara kondisi darurat dilayani selama 24 jam melalui IGD. Alur pelayanan dimulai dari pendaftaran, screening, konsultasi dokter jiwa, hingga penentuan terapi dan tindak lanjut.

Dari sisi kunjungan, terjadi peningkatan jumlah pasien. Pada 2025 tercatat 3.053 kunjungan, naik dari 2024 yang mencapai 2.893 kunjungan. Sementara pada triwulan pertama 2026, jumlah pasien sudah mencapai 825 orang dengan rata-rata kunjungan sekitar 200 orang per bulan.

2. Kekurangan tenaga medis, butuh tambahan psikolog dan perawat

RSUD Daya Sediakan Layanan Kesehatan Mental Lengkap. (IDN Times/Darsil Yahya)

Di tengah peningkatan layanan, RSUD Daya masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, tenaga yang tersedia terdiri dari dua dokter psikiater, dua perawat, dan satu tenaga administrasi.

Irnayanti mengakui kondisi tersebut belum mencukupi untuk melayani kebutuhan pasien yang terus meningkat.

“Kalau dari segi jumlah tenaga kesehatan, kami akui masih kurang. Saat ini kami hanya punya dua dokter dan dua perawat, sehingga masih perlu penambahan, khususnya tenaga psikologi klinis dan perawat kesehatan jiwa,” ungkapnya.

Ke depan, RSUD Daya berencana menambah tenaga medis serta fasilitas pendukung. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental.

“Kami berharap ada tambahan dukungan anggaran agar bisa menambah tenaga dan fasilitas layanan kesehatan mental ke depan, termasuk tambahan dokter karena kita di sini ada dua, dokter tamu yang kedua itu ada dokter ASN,” ujarnya.

3. Stigma masih kuat, peran keluarga jadi kunci pemulihan

Kepala Bagian Layanan Masyarakat RSUD Daya Makassar, Irnayanti. (IDN Times/Darsil Yahya)

Dari sisi demografi, pasien perempuan lebih mendominasi dibandingkan laki-laki. Pada 2025, jumlah pasien perempuan mencapai sekitar 1.600 orang, sementara laki-laki sekitar 1.300 orang.

“Kalau dilihat dari tren, pasien perempuan memang lebih banyak dibandingkan laki-laki,” katanya.

Jenis gangguan yang ditangani pun beragam, mulai dari anxiety disorder, skizofrenia, gangguan paranoid, depresi sedang, gangguan panik, hingga bipolar. Irnayanti menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terkait kesehatan mental masih perlu ditingkatkan.

“Stigma di masyarakat itu masih menganggap kesehatan mental identik dengan orang gila, padahal sebenarnya jenisnya banyak, seperti gangguan tidur, depresi, hingga bipolar,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien.

“Selain pengobatan dari dokter, dukungan keluarga itu sangat penting. Bahkan bisa menjadi faktor utama dalam mempercepat kesembuhan pasien,” tegasnya.

RSUD Daya memastikan layanan kesehatan mental dapat diakses melalui BPJS Kesehatan maupun program jaminan kesehatan daerah. Pihak rumah sakit juga aktif melakukan edukasi melalui media sosial dan videotron.

Irnayanti pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatan mental.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu membawa keluarga yang mengalami gangguan kesehatan mental ke rumah sakit. Kami siap melayani secara profesional, aman, dan nyaman,” kata dia.

Editorial Team