Kepala Bagian Layanan Masyarakat RSUD Daya Makassar, Irnayanti. (IDN Times/Darsil Yahya)
Dari sisi demografi, pasien perempuan lebih mendominasi dibandingkan laki-laki. Pada 2025, jumlah pasien perempuan mencapai sekitar 1.600 orang, sementara laki-laki sekitar 1.300 orang.
“Kalau dilihat dari tren, pasien perempuan memang lebih banyak dibandingkan laki-laki,” katanya.
Jenis gangguan yang ditangani pun beragam, mulai dari anxiety disorder, skizofrenia, gangguan paranoid, depresi sedang, gangguan panik, hingga bipolar. Irnayanti menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terkait kesehatan mental masih perlu ditingkatkan.
“Stigma di masyarakat itu masih menganggap kesehatan mental identik dengan orang gila, padahal sebenarnya jenisnya banyak, seperti gangguan tidur, depresi, hingga bipolar,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien.
“Selain pengobatan dari dokter, dukungan keluarga itu sangat penting. Bahkan bisa menjadi faktor utama dalam mempercepat kesembuhan pasien,” tegasnya.
RSUD Daya memastikan layanan kesehatan mental dapat diakses melalui BPJS Kesehatan maupun program jaminan kesehatan daerah. Pihak rumah sakit juga aktif melakukan edukasi melalui media sosial dan videotron.
Irnayanti pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatan mental.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu membawa keluarga yang mengalami gangguan kesehatan mental ke rumah sakit. Kami siap melayani secara profesional, aman, dan nyaman,” kata dia.