Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Manado berkumpul di Kampung Cina, Jalan DI Panjaitan, Calaca, Wenang, Manado, Sulawesi Utara, Senin (16/2/2026). IDNTimes/Savi
Warga Manado berkumpul di Kampung Cina, Jalan DI Panjaitan, Calaca, Wenang, Manado, Sulawesi Utara, Senin (16/2/2026). IDNTimes/Savi

Intinya sih...

  • Atraksi kembang api dan barongsai menghibur warga

  • Hujan deras tidak menghalangi warga menikmati atraksi

  • Ketua klenteng berharap Manado semakin aman dan makmur

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDN Times - Etnis Tionghoa di Kota Manado, Sulawesi Utara, merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Mereka menjalani serangkaian ibadah pada Senin, 16 Februari 2026 sejak pagi hingga malam.

Kampung Cina di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, menjadi salah satu wilayah yang ramai saat malam pergantian tahun. Selain etnis Tionghoa yang beribadah, jalanan juga dipenuhi warga yang menanti atraksi.

Ketua Klenteng Ban Hin Kiong, Jemmy Binsar, menyambut tahun kuda api dengan penuh suka cita. "Pasti semangat, sukses, dan kerja keras," tuturnya, Selasa (17/2/2026) dini hari.

1. Atraksi kembang api hingga barongsai

Atraksi barongsai di Klenteng Kong Zi Miao, Kampung Cina, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (17/2/2026). IDNTimes/Savi

Usai ibadah pada pukul 23.00 WITA, seluruh klenteng di Kampung Cina menghadirkan atraksi untuk menghibur masyarakat umum. Ada kembang api yang dinyalakan oleh Klenteng Ban Hin Kiong dan Kwan Kong, ada juga barongsai yang dimainkan oleh umat di Klenteng Kong Zi Miao.

Seorang pengunjung bernama Gerald Walewangko (32) mengaku menikmati atraksi yang dihadirkan. Ia datang bersama beberapa teman.

"Karena ada teman datang, jadi saya ajak ke sini saja," katanya.

2. Diwarnai hujan

Umat beribadah di Klenteng Kwan Kong, Manado, Sulawesi Utara, Senin (16/2/2026). IDNTimes/Savi

Malam pergantian tahun baru Imlek di Manado diwarnai hujan deras. Meski begitu, warga tetap bertahan menikmati atraksi hingga selesai.

Jemmy menyebut bahwa hujan di malam pergantian tahun adalah berkat. Hujan bisa menyeimbangkan panas agar kondisi alam tetap selaras.

"Namanya hujan pasti hujan berkat, karena tanpa hujan tanaman tidak mungkin tumbuh. Sandang pangan tidak mungkin tercukupi kalau tidak ada hujan," jelasnya.

3. Harapan untuk Manado

Ketua Klenteng Ban Hin Kiong di Manado, Jemmy Binsar. IDNTimes/Savi

Mewakili komunitas Tionghoa, Jemmy berharap Kota Manado semakin aman di tahun baru ini. Keamanan dinilai penting karena akan berdampak terhadap perekonomian kota.

Jika sektor perekonomian maju, maka masyarakat pasti akan semakin makmur. Ia pun yakin pemerintah semakin baik dalam memimpin rakyatnya.

"Karena kalau pemerintah dan instansi terkait bisa atur, usaha-usaha pasti akan berjalan lancar," ujar Jemmy.

Editorial Team