Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Ramadan nya anak (freepik.com/EyeEm)
Ilustrasi Ramadan nya anak (freepik.com/EyeEm)

Tak terasa, beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, momen umat muslim diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh dan mengerjakan amalan ibadah lainnya. Puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu rukun Islam.

Dikutip dari buku Fiqh Islam (2016), karangan H. Sulaiman Rasjid, pada Bab Puasa, ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW. pernah berkata yang artinya, “Islam dibangun atas lima dasar (rukun), yaitu syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji ke baitullah (bila mampu), dan puasa di bulan Ramadan.”

Selain salat lima waktu, puasa Ramadan juga menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim. Nah, supaya puasa kita nanti bisa berjalan lancar dan menjadi berkah, yuk ikuti langkah-langkah ini sebagai persiapan menyambut Ramadan.

1.Belajar ilmu agama lebih dalam, khususnya tentang puasa

ilustrasi sedang mempelajari tentang Islam (pexels.com/Thirdman)

Menjelang Ramadan, sebaiknya kita belajar ilmu agama lebih dalam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan. Kita bisa mempelajari Islam melalui buku agama, memanfaatkan internet untuk mendengarkan kajian online, atau datang ke kajian Islam terdekat agar keimanan kita semakin kuat dan bersemangat dalam menjalankan ibadah. Dan juga mempelajari tentang puasa, khususnya keutamaan bulan Ramadan sebagai bekal ilmu kita nanti saat Ramadan tiba.

Bulan Ramadan merupakan bulan sucinya umat muslim. Di bulan inilah kitab suci Al-Quran diturunkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. sebagai petunjuk untuk semua manusia. Dan di bulan inilah kita diperintahkan oleh Allah SWT. untuk mengerjakan ibadah puasa selama sebulan penuh sebagai tanda ketaatan kita kepada perintah Allah. Firman Allah SWT. dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah selama bulan Ramadan untuk meraih pahala dan rida Allah, seperti salat tarawih di setiap malam Ramadan, membaca Al-Quran, dan memperbanyak bersedekah khususnya zakat fitrah di penghujung bulan Ramadan. Itulah alasannya mengapa Ramadan disebut sebagai bulan yang penuh berkah.

2.Melunasi hutang puasa

ilustrasi berbuka puasa. (pexels.com/Michael Burrows)

Kamu masih punya hutang puasa dari puasa Ramadan sebelumnya? Nah, bagi kamu yang kemarin puasanya masih bolong-bolong dengan berbagai alasan, seperti bepergian jauh, haid (bagi wanita), dan pekerjaan berat maka mulai sekarang wajib qodho puasa, ya. Qodho artinya mengganti, yaitu mengganti kewajiban yang pernah kamu tinggalkan sebelumnya dengan alasan tertentu. Misalnya, kamu belum salat zuhur karena sibuk dengan pekerjaan hingga memasuki waktu salat asar.

Nah, ketika memasuki waktu asar kamu baru ada waktu untuk salat. Maka kamu wajib meng-qodho salat zuhur yang belum sempat kamu kerjakan tersebut di waktu asar, setelah salat asar, ya. Begitu juga dengan puasa, jika kamu pernah meninggalkan puasa pada Ramadan sebelumnya, entah itu satu hari atau lebih maka kamu wajib menggantinya sekarang, sebanyak hari-hari yang pernah kamu tidak berpuasa.

Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang artinya, “Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain."

3.Memperbanyak doa agar dapat melaksanakan ibadah puasa dengan lancar

ilustrasi seorang wanita sedang berdoa (pexels.com/Zeynep Sude Emek)

Betapa banyak dari saudara atau saudari kita yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan karena sakit. Padahal bulan Ramadan adalah momen kebahagiaan bagi kita sebagai umat muslim karena dosa-dosa kita diampuni dengan menjalankan ibadah puasa serta memanen pahala yang banyak. Karena itu, agar kita bisa dipertemukan lagi dengan Ramadan berikutnya dan bisa menjalankan ibadah puasa lagi maka kita dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

Dahulu, para sahabat Nabi pun juga selalu berdoa agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar pada bulan Ramadan berikutnya. Bahkan, dalam kitab Lathaaiful Ma`arif pun diterangkan bahwa para sahabat Nabi itu berdoa selama enam bulan hingga menjelang Ramadan agar bisa menikmati ibadah di bulan Ramadan berikutnya, lho. Nah, penting sekali kita berdoa memohon kepada Allah agar kita senantiasa sehat dan bisa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan berikutnya.

4.Perbanyak puasa sunah di bulan Syaban

ilustrasi sedang berpuasa (pexels.com/Engin Akyurt)

Jika kamu sudah tidak punya hutang puasa, selanjutnya melatih diri untuk berpuasa dengan cara memperbanyak puasa di bulan Syaban. Ini hukumnya sunah, ya. Memperbanyak puasa sunah di bulan Syaban selain menjadi ibadah dan memperbanyak pahala, juga sebagai cara untuk melatih diri kita agar kuat berpuasa selama sebulan penuh saat Ramadan tiba. Sebab, puasa Ramadan bisa menjadi amat berat jika kita tak terbiasa berpuasa.

Karena itu, kita bisa melatih diri kita dengan cara memperbanyak puasa sunah di bulan Syaban atau puasa sunah lainnya, seperti Senin-Kamis. Dalam buku Fiqh Islam, karangan Sulaiman Rasjid, Bab. Puasa sunah,  kata `Aisyah, istri Rasulullah, pernah berkata yang artinya, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadan, dan memperbanyak puasa sunah selain di bulan Syaban”. (HR. Bukhari dan Muslim)

5.Jaga kesehatan

ilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain memperbanyak doa agar kita diberi kesehatan dan bisa menjalankan puasa Ramadan nanti dengan lancar, kita juga harus melakukan upaya untuk menjaga kesehatan kita secara keseluruhan. Menjalankan gaya hidup yang sehat serta pola makan sehat dan teratur merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan kita agar tubuh kita tak mudah sakit. Selain itu, di tengah kesibukan kita menjaga waktu istirahat dan tidur yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kita. Jaga kesehatan kamu agar bisa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan nanti, ya.

6.Mempersiapkan sedekah untuk zakat

ilustrasi beras (pixabay.com/pictavio)

Memperbanyak sedekah di bulan Ramadan juga menjadi amalan penting yang dianjurkan oleh agama Islam, ya. Sedekah dengan zakat berbeda, lho, ya. Sedekah itu hukumnya sunah dan bisa dilakukan kapan saja, sedangkan zakat hukumnya wajib di setiap bulan Ramadan. Zakat yang dimaksud adalah zakat fitrah, ya. Sebagai umat muslim, kita diwajibkan mempersiapkan zakat fitrah yang akan kita berikan nanti ketika memasuki Ramadan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Orang-orang yang nantinya berhak menerima zakat fitrah seperti yang disebut di dalam QS. At-Taubah ayat 60 yang artinya, 

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Zakat disarankan berupa makanan pokok, ya. Seperti beras dan gandum sekitar 2,5 kg. Adapun zakat fitrah dengan uang tunai senilai harga makanan pokok yang dizakatkan, para ulama kita masih berselisih tentang hal itu. Lebih baik, zakat fitrah dengan makanan pokok dan kita berikan kepada orang-orang yang disebut dalam surah At-Taubah ayat 60 tersebut. Nah, mulai sekarang kita persiapkan sedekah untuk zakat nanti, yuk.

Menyambut Ramadan haruslah dengan penuh semangat dan kegembiraan karena Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut dapat menjadi persiapan yang matang untuk menyambut Ramadan nanti, Insya Allah.

Editorial Team