Makassar, IDN Times - Riuh penjaringan bakal calon wali kota Makassar mulai berlangsung sejak dua bulan terakhir. Sejumlah nama populer mulai berseliweran dalam penjaringan partai.
Persaingan yang lebih dinamis diprediksi akan berlangsung lebih dinamis seiring tidak adanya kandidat petahana. Hal itu karena mereka adalah wajah baru dalam perebutan kursi wali kota Makassar.
Sejumlah partai telah membuka dan menerima penjaringan nama calon yang akan mengikuti pilkada November mendatang. Mereka yang telah mendaftar yaitu Indira Jusuf Ismail (Istri Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto), Abdul Rahman Bando (mantan Birokrat), dan Ahmad Susanto (Ketua KONI Makassar). Kemudian, Amri Arsyid (Ketua PKS Sulsel), Azhar Arsyad (Ketua DPW PKB Sulsel), dan Rahman Pina (Ketua AMPG Sulsel).
Selanjutnya, Rudy Pieter Goni (Anggota DPRD Sulsel), Munafri Arifuddin (Ketua DPD II Golkar Makassar), Adi Rasyid Ali (Ketua DPC Demokrat Makassar), dan Rusdin Abdullah (pengusaha). Lalu ada Andi Seto Gadhista Asapa (mantan Bupati Sinjai), Irwan Adnan (Birokrat), Rudianto Lallo (Ketua DPRD Makassar) dan Risfayanti Muin (anggota DPRD Sulsel).
"Jadi pada prinsipnya, saya kira dengan banyaknya nama ini kita berharap persaingan akan dinamis," kata Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma, saat diwawancarai IDN Times, Sabtu (25/5/2024).
