Makassar, IDN Times - Beberapa hari ini, etnis Uighur di Xinjiang, Tiongkok, kembali menjadi pusat perhatian di Tanah Air. Namun bukan perihal reaksi atas kebijakan terbaru pemerintahan Xi Jinping untuk etnis minoritas tersebut, melainkan ada tudingan bahwa sejumlah ormas Islam dalam negeri dibujuk untuk bungkam.
Polemik berasal dari laporan di laman surat kabar AS, The Wall Street Journal (WSJ), edisi Rabu (11/12) pekan silam.
Artikel berjudul "How China Persuaded One Muslim Nation to Keep Silent on Xinjiang Camps" berisi dugaan kuat bahwa Pemerintah Tiongkok hendak mengubah persepsi umat Muslim Indonesia perihal nasib warga Muslim di Xinjiang.
