Makassar, IDN Times - Di akhir tahun 1944, tentara Kekaisaran Jepang mendapat hantaman bertubi-tubi dari pihak Sekutu. Iwo Jima mulai diserang. Basis Pulau Luzon di Filipina dihantam serangan udara, senasib dengan yang menimpa kekuatan di Singapura pada bulan November. Faktanya sudah jelas: jalannya pertempuran di Pasifik sudah berat sebelah, dewi fortuna memihak tentara Amerika Serikat.
Sadar posisinya kian terdesak, Tokyo mulai melunak terhadap negara jajahannya. Janji pemberian kemerdekaan kepada wilayah jajahannya yang paling luas pun dilayangkan. "Indonesia kelak akan merdeka di kemudian hari," demikian perkataan Perdana Menteri Jepang waktu itu, Jenderal Kumiaki Koiso, melalui siaran radio dari Tokyo pada bulan Januari 1945.