Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260211-WA0032.jpg
Penggagas inovasi, Darwin, menunjukkan hasil bahan bakar minyak (BBM) yang diolah dari sampah plastik saat kunjungan Wali Kota Makassar di Bontoala, Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Intinya sih...

  • Hasil pembakaran menyerupai solar

  • Manfaatkan oli bekas untuk pembakaran

  • Dapat dukungan Wali Kota Makassar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Tumpukan sampah plastik yang kerap mencemari lingkungan di Kota Makassar kini diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) oleh sekelompok anak muda di Kecamatan Bontoala. Dengan instalasi sederhana berbasis drum besi, limbah plastik rumah tangga diproses hingga menghasilkan cairan bahan bakar yang dapat dimanfaatkan.

Di sebuah lorong di Jalan Labu, drum besi berukuran besar tampak dirangkai dengan pipa-pipa besi yang mengarah ke wadah penampung. Asap tipis mengepul dari tungku pembakaran saat plastik yang telah dipilah dimasukkan ke dalam drum untuk dipanaskan.

Penggagas inovasi tersebut, Darwin, menjelaskan proses pengolahan berlangsung selama dua hingga tiga jam. Plastik yang dipanaskan akan meleleh dan menguap, lalu uap dialirkan melalui pipa pendingin hingga berubah menjadi cairan bahan bakar.

"Sekitar 10 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan satu liter bahan bakar," kata Darwin, saat menerima kunjungan Wali Kota Makassar, di lokasinya, Rabu (11/2/2026).

1. Hasil pembakaran menyerupai solar

Proses peleburan sampah plastik menjadi BBM menggunakan drum besi dan pipa penyulingan sederhana di Kecamatan Bontoala, Makassar, Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Menurut Darwin, hasil pembakaran awal menyerupai solar. Setelah melalui proses penyulingan lanjutan, kualitasnya dapat mendekati bensin setara premium.

"Hasil pembakarannya bisa menjadi solar, dan setelah melalui proses penyulingan bisa mendekati bensin setara premium," katanya. 

Darwin juga menjelaskan bahan baku plastik berasal dari sampah rumah tangga seperti botol bekas, kantong kresek, dan kemasan makanan ringan. Plastik tersebut diperoleh dari warga sekitar maupun dipungut langsung dari kanal.

"Ini memang difokuskan pada pengolahan sampah plastik secara umum, tidak terbatas hanya pada botol atau gelas plastik," katanya.

2. Manfaatkan oli bekas untuk pembakaran

Proses peleburan sampah plastik menjadi BBM menggunakan drum besi dan pipa penyulingan sederhana di Kecamatan Bontoala, Makassar, Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Untuk menjaga proses pembakaran tetap stabil, instalasi tersebut memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar tungku. Satu liter oli bekas dapat digunakan hingga dua jam proses produksi.

Darwin berharap inovasi sederhana yang dikembangkannya dapat menjadi contoh kreativitas warga. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Darwin juga menegaskan peran negara perlu hadir dalam menghadirkan teknologi yang aman dan kebijakan yang adil. Negara dinilai harus memastikan sistem pengelolaan limbah melindungi kesehatan publik serta kelestarian lingkungan hidup.

"Inovasi kami warga tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir dengan regulasi, pendampingan, dan sistem yang memastikan pengelolaan limbah berjalan aman dan berkelanjutan," kata Darwin. 

3. Dapat dukungan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin diwawancarai usai meninjau proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) menggunakan instalasi drum besi di Jalan Labu, Kecamatan Bontoala, Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Inovasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang meninjau lokasi peleburan sampah plastik menjadi BBM pada Rabu (11/2/2026). Di sela kunjungan, Munafri melihat langsung proses pembakaran hingga penyulingan bahan bakar yang dihasilkan.

Munafri menyampaikan apresiasi atas kreativitas anak muda tersebut. Inisiatif itu dinilai menghadirkan solusi di tengah persoalan sampah perkotaan.

"Inovasi seperti ini harus kita dorong dan DLH dampingi. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kepedulian, kreativitas, dan keberanian anak muda mengambil peran dalam menyelesaikan masalah kota," kata Munafri.

Dukungan tersebut, kata dia, dapat berupa pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, hingga akses kemitraan agar inovasi yang lahir dari masyarakat memberi dampak lebih besar. Munafri juga berharap inovasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM ini dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Makassar.

"Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, langkah tersebut dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya," katanya.

Editorial Team