Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepala Basarnas RI.jpg
KepalaBasarnas RI, Marsekl Madya (Marsdya) Muhammad Syafii di Makassar, Senin (19/1/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Intinya sih...

  • Kepala Basarnas berharap ada keajaiban dalam operasi SAR pesawat ATR 42-500 selama 72 jam.

  • Fokus tim SAR gabungan adalah mencari korban di medan ekstrem akibat cuaca buruk.

  • Hingga saat ini, dua jenazah korban telah ditemukan dan sedang dalam proses evakuasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya (Marsdya) TNI, Mohammad Syafii, berharap ada keajaiban dalam kurun waktu 72 jam operasi penemuan dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500.

"Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban tim SAR dapat menemukan dan mengevakuasi korban," ucap Syafii di Kantor Basarnas Makassar, Senin (19/1/2026).

Saat ini, fokus dari tim SAR gabungan, kata Syafii ialah segera mencari keberadaan korban, meski medan esktrem karena cuaca bururk yang melanda wilayah Pangkep.

"Kami yakini bahwa kepastian itu hanya milik tuhan selama ita belum benar-benar menemukan,kita pastu akan mengejar alam kurun Waktu yang ada," tambahnya.

Hingga hari ini, dua jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep,Sulawesi Selatan, telah ditemukan. Dua korban diidentifikasi erjenis elamin seorang pria dan seorang peremuan. Namun begitu, belum diketahui identitas pasti dari dua korban, baik nama maupun keterangan lain.

"Yang sudah kita temukan sudah dalam kondisi meninggal," kata Syafii. "Saat ini sedang dalam upaya proses evakuasi," katanya.

Editorial Team