Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Sore Hari di Makassar Sering Hujan Padahal Siangnya Panas?
Ilustrasi hujan (IDN Times/Irwan Idris)
  • BMKG Makassar menjelaskan cuaca panas siang dan hujan sore merupakan ciri masa peralihan dari musim hujan ke kemarau di wilayah Sulawesi Selatan.
  • Pergerakan semu matahari di sekitar ekuator memicu pemanasan tinggi siang hari, meningkatkan penguapan dan pembentukan awan hujan yang berkembang saat suhu menurun di sore hari.
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada 12–14 Mei 2026 di sejumlah daerah Sulawesi Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Cuaca di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, belakangan terasa berubah-ubah. Siang hari terasa panas terik, namun hujan biasanya turun saat sore hingga malam hari.

Kondisi ini cukup sering terjadi di Indonesia saat masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba. Hal ini terjadi pula di wilayah Sulawesi Selatan.

1. Masa peralihan musim bikin cuaca berubah cepat

Ilustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

BMKG Wilayah IV Makassar menyebut pola cuaca tersebut merupakan ciri transisi dari musim hujan menuju kemarau. Pada periode ini, suhu udara saat siang cenderung panas, tetapi pembentukan awan hujan tetap aktif pada sore hari.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Agus, menjelaskan posisi semu matahari saat ini masih berada di sekitar garis ekuator. Kondisi itu memicu pemanasan cukup kuat di permukaan bumi.

"Ini merupakan salah satu ciri peralihan musim dari hujan ke kemarau," kata Agus, Senin (11/5/2026).

2. Dipengaruhi pergerakan semu matahari

Ilustrasi hujan di Kota Makassar. IDN Times/Irwan Idris

Saat siang hari, panas matahari meningkatkan penguapan air dari laut, sungai, dan permukaan tanah. Uap air tersebut naik ke atmosfer akibat suhu yang tinggi.

Semakin panas kondisi siang hari, semakin besar pula potensi terbentuknya awan hujan. Ketika sore tiba dan suhu udara mulai menurun, awan berkembang lebih tebal lalu memicu hujan.

Agus menjelaskan, pergerakan semu matahari saat ini masih berada di sekitar ekuator. Posisi tersebut baru akan bergeser ke wilayah belahan bumi utara pada Juni mendatang.

"Pergerakan semu matahari, sekarang ini berada di sekitar ekuator, nanti di bulan Juni baru akan menjauh ke wilayah belahan bumi utara.

3. Sejumlah wilayah Sulsel berpotensi hujan lebat

Ilustrasi hujan petir. (IDN Times/Arief Rahmat)

Namun di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk tanggal 12 hingga 14 Mei 2026. Sejumlah wilayah diperkirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

BMKG pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat pada sore hingga malam hari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Adapun wilayah yang masuk kategori waspada meliputi:

Luwu Timur

Luwu Utara

Enrekang

Pinrang

Bulukumba

Maros

Gowa

Wajo

Sinjai

Kepulauan Selayar

Sidrap

Bone

Editorial Team