Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
-
Florencia Wibisono saat masih di Wings Air. (Instagram/olen.flw)

Manado, IDNTimes - Jenazah Florencia Lolita Wibisono berhasil diidentifikasi oleh kepolisian, Rabu (21/1/2026). Ia menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat ATR PK THT 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Mayatnya berhasil ditemukan 100 meter dari bangkai pesawat, pada jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung. Tubuhnya masih utuh sehingga mempermudah petugas mengidentifikasi.

"Kami menerima hasilnya dan percaya bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan," ujar tante Florencia, Fonneke Sjulita Mandang, Rabu (21/1/2026).

1. Florencia pernah mengungkap rencana menikah

Keluarga Florencia Wibisiono di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Minggu (18/1/2026). IDNTimes/Savi

Sjuli menyebut bahwa Florencia sudah memiliki kekasih yang merupakan seorang pilot. Sayangnya, Sjuli tak mengerti secara detail pasangan Florencia.

Hingga saat ini, kekasih Florencia pun masih belum diketahui publik. Hanya saja Sjuli menyebut keduanya berencana melangsungkan pernikahan tahun ini meski tanggalnya belum dipastikan. 

"Belum tahu kapannya, hanya saja rencananya memang dalam waktu dekat," kata Sjuli.

2. Sosok yang ceria

Pramugari IAT, Florencia Wibisono, yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR PK THT di Sulawesi Selatan. Instagram @olen.flw

Sjuli memandang Florencia sebagai sosok yang selalu ceria. Saat masih di Lion Air Group, ia kerap melayani penerbangan Jakarta-Manado.

"Kalau dia ke Manado pasti disempatkan mampir meski tidak lama. Dan kalau dia datang memang suasana jadi ramai," tutur Sjuli.

Terakhir ia masih sempat ke Manado pertengahan tahun lalu. Setelahnya Florencia belum pulang lagi karena pindah ke perusahaan Indonesia Air Transport (IAT).

3. Tim DVI identifikasi jenazah lewat sidik jari

Ibu Florencia Wibisono, Neltje Maramis, di Terminal Keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggu (18/1/2026). IDNTimes/Savi

Florencia adalah jenazah kedua yang berhasil ditemukan tim gabungan pada Senin, 19 Januari 2026. Namun karena cuaca buruk jenazahnya baru bisa dievakuasi pada Selasa, 20 Januari 2026.

Jenazah Florencia berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI gabungan melalui sidik jari, properti, dan gigi. Hingga saat ini jenazah Florencia masih di RS Bhayangkara Makassar.

Masih belum ada informasi lanjutan di mana jenazahnya akan dimakamkan. Pasalnya, keluarga Florencia terpencar di Minahasa dan Jakarta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team