Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Karantina Sulsel Perketat Pemeriksaan Sapi Jelang Iduladha
Petugas karantina melakukan pemeriksaan kesehatan sapi sebelum distribusi antardaerah. (Dok. Barantin)
  • Sebanyak 113 ekor sapi dari Barru diperiksa ketat di Pelabuhan Garongkong sebelum dikirim ke Kalimantan Selatan untuk memastikan kondisi sehat menjelang Iduladha.
  • Pemeriksaan difokuskan pada deteksi brucellosis guna menjaga produktivitas ternak dan keamanan pangan, memastikan hewan kurban layak konsumsi masyarakat.
  • Bupati Barru meninjau langsung kesiapan karantina, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan Karantina Sulsel dalam menjaga kualitas serta mencegah penyebaran penyakit antarwilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak sapi di Barru mau dikirim ke Kalimantan. Sebelum berangkat, semua sapi diperiksa sama petugas supaya sehat dan gak ada penyakit. Petugas ambil darah sapi buat dicek di lab. Ibu Bupati datang lihat pemeriksaan itu. Sekarang semua orang kerja bareng biar sapi yang dikirim aman dan bagus buat Iduladha nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas lalu lintas ternak di sejumlah titik pengeluaran utama di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan. Salah satunya terjadi di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, yang menjadi jalur distribusi sapi antardaerah.

Sebanyak 113 ekor sapi yang akan dikirim menuju Batu Licin, Kalimantan Selatan, menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas karantina. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh ternak dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan.

1. Pemeriksaan ketat untuk cegah penyakit menular

Petugas karantina melakukan pemeriksaan kesehatan sapi sebelum distribusi antardaerah. (Dok. Barantin)

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan peningkatan permintaan hewan kurban menjelang Iduladha membuat pengawasan harus diperketat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulsel memastikan seluruh prosedur dijalankan secara terukur.

“Setiap sapi yang akan diberangkatkan wajib melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan. Kami memastikan ternak yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi seluruh persyaratan karantina,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (2/5/2026).

Petugas melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh serta pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium. Hal ini bertujuan mendeteksi kemungkinan paparan brucellosis, penyakit hewan menular yang menjadi perhatian utama dalam distribusi ternak.

2. Brucellosis jadi fokus pengawasan

Gejala brucellosis pada sapi (commons.wikimedia.org/RianHS)

Chadidjah menjelaskan, pengendalian brucellosis menjadi prioritas karena dampaknya cukup luas terhadap produktivitas ternak. Penyakit ini juga dapat memengaruhi keberlanjutan usaha peternakan jika tidak ditangani dengan baik.

Selain itu, aspek keamanan pangan asal hewan turut menjadi perhatian penting. Pemerintah ingin memastikan hewan kurban yang sampai ke masyarakat dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

“Langkah ini penting untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa ternak yang beredar telah memenuhi standar kesehatan,” tambahnya.

3. Bupati Barru tinjau langsung kesiapan karantina

Petugas karantina melakukan pemeriksaan kesehatan sapi sebelum distribusi antardaerah. (Dok. Barantin)

Di tengah proses pengawasan, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, turut meninjau langsung kesiapan instalasi karantina hewan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan optimal menjelang lonjakan distribusi ternak.

Ia mengapresiasi langkah Karantina Sulawesi Selatan yang telah melakukan pengawasan secara ketat dan sistematis. Menurutnya, kesiapan instalasi karantina menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas ternak.

"Jaminan kesehatan ternak dapat meningkatkan nilai ekonomi. Sehingga Barru harus menjadi pemerintahan yang aware terhadap pemilik ternak dan konsumen dari hulu sampai hilir," tuturnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan verifikasi dokumen serta pencocokan jumlah dan identitas ternak. Seluruh tahapan ini menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu. Chadidjah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dalam menjaga kualitas distribusi ternak. Ia juga berharap kepatuhan terhadap prosedur karantina terus meningkat.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina menjadi kunci. Kepatuhan pelaku usaha dan peternak sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran penyakit antarwilayah,” tutupnya.

Editorial Team