Menteri Agama Nasaruddin Umar saat konferensi pers Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 H (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Abdul Gaffar menjelaskan hasil rukyatul hilal dari Sulawesi Selatan nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai bagian dari data nasional penentuan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Laporan tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta.
“Insya Allah, setelah pengamatan dilakukan kita akan mengetahui posisi dan ketinggian hilal. Selanjutnya hasil tersebut akan segera dilaporkan ke Jakarta sebagai bagian dari laporan nasional,” ujar Abdul Gaffar.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Arsad Hidayat, mengatakan sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BMKG, BRIN, Badan Informasi Geospasial (BIG), Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam, akademisi, hingga Tim Hisab Rukyat Kemenag.
“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Dzulhijjah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujar Arsad dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).