Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
VID-20251129-WA0040.jpg
Garis polisi terpasang di Kantor Pos Takalar (Dok. IDN Times/Polres Takalar)

Intinya sih...

  • Kantor Pos Takalar dirampok pada Jumat malam, uang BLT senilai Rp800 juta raib.

  • Pelaku menyerang dan melukai kepala kantor cabang, Suwanto Tahir, sebelum melarikan diri dengan uang dan ponsel korban.

  • Suwanto Tahir dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle setelah mendapatkan pertolongan dari warga dan petugas kebersihan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Aksi perampokan terjadi di Kantor Pos Takalar, Jalan Jenderal Soedirman, Pattalassang, Jumat (28/11/2025) malam, sekitar pukul 19.30 Wita. Peristiwa itu terjadi ketika Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pos Takalar, Suwanto Tahir, hendak menyimpan uang bantuan langsung tunai (BLT) ke dalam brankas sebelum kantor ditutup.

1. Rp800 juta diperkirakan hilang

Polisi lakulan olah TKP (Dok. IDN Times/Polres Takalar)

Tanpa disangka, Suprianto Gassing, pegawai bagian delivery centre (DC) yang juga bekerja di kantor tersebut, tiba-tiba menyerang Suwanto dari belakang. Pelaku memukul kepala korban menggunakan tabung gas pemadam kebakaran, lalu menikamnya dengan badik.

Kepala Cabang Umum Pos Indonesia Makassar, Adi Cayana, mengungkapkan bahwa total uang yang hilang diperkirakan sekitar Rp800 juta. Jumlah itu diketahui setelah polisi dan staf membuka brankas dan menemukan hanya tersisa Rp500 juta dari total Rp1,3 miliar uang tunai yang sebelumnya disimpan.

“Korban menjabat sebagai kepala kantor pos cabang Takalar dan pelaku adalah koordinator pengantaran,” jelas Adi Cayana.

2. Korban dipukul dari belakang menggunakan Apar

Pegawai Pos Takalar hitung sisa uang yang diduga hendak dirampok (Dok. IDN Times/Polres Takalar).

Motif pelaku adalah merebut uang BLT yang sedang dikuasai korban. Suwanto pun berusaha mempertahankan uang tersebut yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya dipukul dari belakang, lalu dibacok. Dia mau ambil uang BLT itu. Pelakunya Suprianto, staf kami sendiri,” ujar Suwanto yang ditemui saat dirawat di Unit Gawat Darurat RSUD Padjonga.

Pelaku berhasil melarikan diri sambil membawa uang tersebut, termasuk ponsel milik korban. Akibat serangan itu, Suwanto mengalami luka serius di kepala dan paha. Bagian mata kanannya membengkak akibat benturan tabung gas, sementara pahanya robek karena tikaman badik.

3. Korban dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle

Pegawai Pos Takalar amankan sisa uang yang diduga hendak dirampok (Dok. IDN Times/Polres Takalar)

Seorang petugas kebersihan yang tengah menyapu melihat insiden tersebut dan berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar langsung berdatangan ke lokasi.

Salah satu warga yang berjualan di depan kantor pos menuturkan bahwa ia sempat melihat keduanya berkelahi dari luar. “Pelaku awalnya mau keluar lewat pagar depan, tapi karena banyak orang datang, dia masuk lagi dan sepertinya kabur lewat belakang,” tuturnya.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Pattalassang, Suwanto kini dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle.

Tim Inafis Polres Takalar sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tabung APAR, ceceran darah, dan brankas yang rusak.

Editorial Team