Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260117_165041.jpg
Pelaku pelemparan Kantor Perumda Parkir Makassar Raya terekam kamera CCTV. (Instagram/info_kejadian_makassar)

Makassar, IDN Times - Kantor Perumda Parkir Makassar Raya dan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 01.00 WITA saat kedua kantor dalam kondisi sepi tanpa aktivitas pegawai.

Kantor PD Parkir Makassar Raya berlokasi di Jalan Hati Mulia, Kecamatan Mariso, sementara Kantor Dishub Makassar berada di Jalan Mallengkeri Raya. Akibat kejadian tersebut, sejumlah kaca jendela kantor dilaporkan pecah.

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA) membenarkan peristiwa pelemparan terjadi pada dini hari. Insiden tersebut berlangsung saat kantor dalam kondisi sepi tanpa aktivitas pegawai.

"Malam jam 1. Biasalah. Kan Perumda Parkir selama ini kan sidak parkir liar, jukir liar. Banyak yang kebakaran jenggot," kata ARA saat dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (17/1/2026). 

1. Pelaku terekam CCTV datang bergerombol

Pelaku pelemparan Kantor Perumda Parkir Makassar Raya terekam kamera CCTV. (Instagram/info_kejadian_makassar)

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku datang secara bergerombol menggunakan tujuh unit sepeda motor. Dalam rekaman terlihat satu orang turun dari motor dan melempari kaca jendela kantor menggunakan batu, kemudian para pelaku melarikan diri.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. Rekaman CCTV menjadi salah satu bahan penyelidikan aparat kepolisian.

"Sudah dilaporkan (ke polisi). Sudah ada sekelompok orang. Kan memang sudah ada terekam di CCTV kan," kata ARA.

2. Kantor Dishub juga jadi sasaran

Pelaku pelemparan Kantor Perumda Parkir Makassar Raya terekam kamera CCTV. (Instagram/info_kejadian_makassar)

Aksi pelemparan batu juga berdampak pada Kantor Dishub Makassar. Insiden ini diduga berkaitan dengan penertiban parkir yang dijalankan Dishub, termasuk penggembokan kendaraan yang parkir di badan jalan.

"Kantor Dishub juga. Dia kan grendel-grendel mobil juga kan, gembok-gembok gitu. Dampaknya kena lemparan juga," katanya. 

Dia mengakui penertiban parkir liar memicu penolakan dari sejumlah pihak. Sebagian pihak merasa terganggu dengan upaya penataan tersebut dan menunjukkan resistensi terhadap langkah yang ditempuh Perumda Parkir.

"Banyak yang juga tidak suka dengan apa yang kami lakukan ini. Merasa terganggu, kebakaran jenggot, banyaklah bos-bos parkir liar itu. Yang backing jukir. Itu kan pada kebakaran jenggot semua," katanya. 

3. Perumda Parkir pastikan penertiban tetap berjalan

Direktur Utama Perumda Parkir Adi Rasyid Ali usai peluncuran digitalisasi parkir di Kota Makassar, Senin (1/9/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Pasca kejadian, Perumda Parkir menegaskan penertiban parkir liar dan juru parkir ilegal tetap berjalan. Kegiatan pengawasan dan penindakan di lapangan tetap dilanjutkan meski kantor sempat menjadi sasaran pelemparan.

"Perumda Parkir tidak akan pernah kalah dengan premanisme. Kita akan lebih kencang lagi untuk sidak parkir liar, jukir liar. Memang Makassar ini harus tertib, harus aman,"  tegasnya.

Menurutnya, penataan perparkiran tidak dapat berjalan sendiri dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Dukungan lintas sektor dibutuhkan agar upaya menciptakan ketertiban dan keamanan perparkiran di Kota Makassar dapat berjalan efektif.

"Saya diberi amanah oleh Wali Kota Makassar, Pak Appi saya harus jaga amanah itu. Bagaimana Makassar ini menjadi tertib dan aman tapi butuh semua dukungan semua pihak. Butuh tni, Polri, camat, lurah, RT, RW,  ini kan juga memberantas preman-preman juga," katanya.

Editorial Team