Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kandang PSM Makassar Sepi Musim Ini, Minat Penonton Turun Drastis
Pesepak bola PSM Makassar Victor Luiz (kanan) bersama Gledson Paixao (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola Borneo FC Samarinda Villa (tengah) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar
  • Rata-rata penonton laga kandang PSM Makassar musim 2025/2026 hanya sekitar 2.928 orang per pertandingan, menunjukkan penurunan minat signifikan di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.
  • Laga melawan Persib Bandung mencatat rekor tertinggi dengan 8.250 penonton, sedangkan jumlah terendah terjadi saat menghadapi Semen Padang dengan hanya 1.035 penonton.
  • Satu laga sempat digelar tanpa penonton karena izin keramaian, dan manajemen PSM kini dituntut mencari strategi agar stadion kembali ramai musim depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Partai pekan ke-33 melawan Persib Bandung pada Minggu (17/5/2026) lalu tidak hanya menjadi laga kandang terakhir bagi PSM Makassar di BRI Super League musim 2025/2026. Duel klasik tersebut juga menjadi puncak kehadiran suporter di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, sepanjang musim yang penuh lika-liku.

Berdasarkan data yang dihimpun Transfermarkt, dari 17 laga kandang PSM, total penonton yang hadir langsung di stadion tercatat sebanyak 49.785 pasang mata. Jika dirata-ratakan, PSM hanya didukung oleh sekitar 2.928 penonton per pertandingan. Ini jelas tergolong sepi untuk klub dengan basis massa sebesar Pasukan Ramang.

1. Persib Bandung jadi magnet terbesar penonton di Stadion B.J. Habibie, Kota Parepare

Pesepak bola PSM Makassar Yuran Fernandes (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Ramon De Andrade (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU

Laga kandang terakhir musim ini, ditambah status pertandingan melawan sang rival klasik, membuat laga pekan ke-33 jadi yang paling diminati. Tercatat sebanyak 8.250 penonton menyemut di stadion saat PSM menjamu Persib Bandung.

Angka ini menjadi rekor kehadiran tertinggi (peak attendance) PSM Makassar sepanjang musim 2025/2026. Ini mematahkan rekor laga tunda pekan ke-4 melawan Persebaya Surabaya pada 6 Desember 2026, yang menyentuh angka 6.434 penonton.

2. Jumlah penonton paling sedikit terjadi saat menjamu Semen Padang pada 2 Februari 2026

Salah satu momen laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar versus Semen Padang yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare pada 2 Februari 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Jika dibedah lebih dalam, antusiasme suporter sebenarnya cukup tinggi di awal musim. Pada tiga laga kandang pertama, jumlah penonton konsisten berada di angka 3.560 (pekan pertama lawan Persijap Jepara), 6.434 (pekan keempat lawan Persebaya), hingga 6.116 orang (pekan keenam lawan Persija Jakarta). Tetapi, seiring merosotnya performa tim, tribun perlahan-lahan mulai kosong.

Memasuki pertengahan musim, jumlah penonton merosot tajam dan sering kali gagal menyentuh angka 2.000 orang. Titik terendah kehadiran suporter secara fisik terjadi saat PSM hanya ditonton oleh 1.035 orang, saat imbang 0-0 melawan Semen Padang di pekan ke-19 (2 Februari 2026).

3. Manajemen PSM Makassar punya tugas berat mencari cara kandang lebih ramai musim depan

Pesepak bola PSM Makassar Luka Cumic (kanan) menendang bola ke arah dalam gawang Persik Kediri yang dijaga Leonardo Navacchio pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/kye

Di sisi lain, salah satu laga kandang Pasukan Ramang sempat digelar tanpa penonton karena tidak mengantongi izin keramaian. Ini terjadi pada duel pekan ke-31 melawan Bhayangkara Presisi FC (4 Mei 2026), yang berhasil dimenangi PSM dengan skor tipis 2-1.

Setelah memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan, manajemen PSM memiliki tugas berat. Bukan hanya merombak komposisi tim, melainkan juga mencari cara agar markas Pasukan Ramang bergemuruh bisa kembali angker musim depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team