Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jumlah Pengungsi Banjir di Makassar Bertambah, Kini Capai 1.157 Jiwa
Posko pengungsian banjir di SDN Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (26/2/2026) malam. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Makassar, IDN Times - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar terus memaksa warga mengungsi. Di tengah suasana Ramadan, warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 26 Februari 2026 pukul 21.30 WITA, total pengungsi tercatat 308 kepala keluarga (KK) atau 1.157 jiwa. Pengungsi tersebut tersebar di 19 titik pengungsian di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.

Pengungsi berasal dari daerah yang sering dilanda banjir. Wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan atau bahkan setiap curah hujan meningkat.

1. Sebaran jumlah pengungsi banjir di dua kecamatan

Posko pengungsian banjir di SDN Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (26/2/2026) malam. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Di Kecamatan Manggala, Kelurahan Manggala tercatat 159 KK atau 621 jiwa berada di pengungsian. Lokasi pengungsian tersebar di beberapa titik, antara lain Masjid Al Muttaqin (23 KK - 84 jiwa) dan Masjid Jabal Nur (34 KK - 103 jiwa).

Selain itu, Posyandu Anyelir menampung 2 KK atau 14 jiwa, Masjid Yudha Al Fatih 12 KK atau 56 jiwa, dan Masjid Al Mukarramah 20 KK atau 69 jiwa. Pengungsian lain meliputi Pesantren Al Bashira (10 KK - 66 jiwa), Masjid Ar Raid (11 KK - 44 jiwa), Masjid Al Anwar (4 KK - 22 jiwa), Masjid Nurul Jihad menampung 4 KK atau 19 jiwa, Masjid Al Muthohhirin 7 KK atau 20 jiwa, dan Masjid Al Mubarakah 32 KK atau 124 jiwa. 

Di Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Katimbang terdapat 106 KK atau 371 jiwa yang mengungsi. Lokasi pengungsian antara lain SDN Paccerakang (60 KK - 229 jiwa), Masjid Nurul Ikhlas Kodam III (30 KK - 87 jiwa), dan Masjid Lailatul Qadar (16 KK - 55 jiwa).

Sementara itu, di Kelurahan Paccerakkang tercatat 43 KK atau 165 jiwa mengungsi di beberapa titik. Titik pengungsian meliputi Kost Depan SMA 18 (3 KK - 14 jiwa), Kantor Lurah Paccerakkang (1 KK - 3 jiwa), Asrama Kost Polisi Bukka Mata (13 KK - 42 jiwa), Masjid Ar Ra'mun (15 KK - 54 jiwa), dan Masjid Al Ummah (15 KK - 54 jiwa).

2. Pengungsi masih bertahan karena rumah masih terendam banjir

Banjir di Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala, Selasa (24/2/2026). (IDN Times/Istimewa)

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyatakan seluruh pengungsi masih bertahan di lokasi penampungan. Hal ini disebabkan rumah mereka masih terendam banjir.

"Semua pengungsi masih bertahan di pengungsian. Belum ada yang pulang karena rumah mereka masih terendam banjir," kata Fadli, saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (27/2/2026).

3. BPBD kerahkan 40 personel dan berbagai peralatan untuk evakuasi

Tim TRC BPBD Makassar mengevakuasi seorang bayi di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa (24/2/2026) pagi. (Dok. BPBD Makassar)

Fadli menjelaskan personel dan peralatan BPBD terus dikerahkan untuk memastikan evakuasi warga berjalan lancar. Upaya ini juga bertujuan agar kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi.

"Kami menyiagakan 40 personel TRC, 6 unit perahu, motor trail, ambulans, serta 40 life jacket dan helm. Tim kami melakukan assessment, evakuasi, distribusi logistik, dan mendirikan pos komando agar seluruh warga terdampak bisa mendapatkan bantuan cepat," kata Fadli.

BPBD mengingatkan warga yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi layanan darurat 112. Warga juga dapat memanfaatkan aplikasi Lontara untuk mendapatkan bantuan cepat.

Editorial Team