Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260130-WA0222.jpg
Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan saat berada di Makassar, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yanya.

Intinya sih...

  • Andi Azwan menyayangkan aksi demo tolak Jokowi di Makassar

  • Harusnya tempuh jalur diskusi bukan aksi

  • Jokman sebut Jokowi punya kontribusi besar buat Indonesia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan menyanyangkan aksi unjuk rasa dari Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) yang menolak kedatangan Joko Widodo atau Jokowi, di acara Rakernas PSI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/1/2026).

Andi Azwan yang didampingi Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga, bahkan menyebut aksi demo yang dilakukan sejumlah mahasiswa Aliansi Keramat di depan Hotel Claro Jalan A.P. Pettarani, Makassar, bukan contoh yang baik dan bikin malu.

"Saya ini juga Putra Sulawasi Selatan, saya ini orang Kajuara, Kabupaten Bone, dan saya selain sebagai seorang putra daerah dengan adanya seperti ini (aksi demo tolak Jokowi) saya ini dibuat malu," ucap Andi Azwan saat ditemui di depan lokasi Rakernas PSI.

1. Sebut bukan contoh yang baik dan bikin malu

Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan bersama Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga di Makassar, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yanya.

Andi Azwan merupakan pria kelahiran Jakarta tapi memiliki darah Kabupaten Bone. Sementara Ronald Aristone Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, merupakan pria kelahiran Ujung Pandang (Makassar).

Menurutunya, jika Aliansi Keramat ingin menyampaikan aspirasi, bisa dilakukan dengan berdialog atau diskusi, bukan malah melakukan demo yang berakibat menggangu pengguna jalan. Apalagi kegiatan Rakernas PSI dihadiri seluruh kader di Indonesia.

"Di sini hadir dari penjuru Indonesia untuk datang bersama-sama menghadiri acara dari Rakernas PSI. Artinya apa? Menghormati betul tuan rumah DPW PSI Sulsel," ujarnya.

2. Harusnya tempuh jalur diskusi bukan aksi

Jenderal Lapangan Aliansi Keramat, Fahrul saat berhadapan dengan Waketum PSI, Ronald Aristone Sinaga di depan lokasi Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Jl A.P Pettarani, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yahya.

Meski tindakan yang dilakukan Aliansi Keramat merupakan hak konstitusi, namun Andi Azwan mengungkapkan bahwa hal itu menggangu ketertiban umum karena membakar ban sehingga membuat kemacetan.

"Kalau saya melihat, apa yang terjadi ini sangat luar biasa karena membakar ban, membuat macet jalanan, itu kan tidak baik," jelasnya.

Ia menyebut mahasiswa yang berpendidikan tinggi seharusnya mendahulukan metode diskusi, bukan aksi unjuk rasa di tengah jalan dan bakar ban.

"Kita ini orang akademisi, seorang akademisi itu tidak melakukan hal-hal seperti ini. Tapi seorang akademisi itu berdiskusi secara akademis," bebernya.

Ia juga ikut menyinggung adanya kader Himpunan Mahsiswa Islam (HMI) yang ikut aksi, yang menurutnya kader HMI lebih mengedepankan diskusi daripada aksi unjuk rasa.

"Kalau teman-teman adik-adikku dari HMI ini mengaku sebagai kader HMI bukan begini caranya, tapi berdiskusi. Maka saya tadi mengajak untuk berdiskusi untuk hal itu. Tapi karena darah mudanya bergejolak kita serahkan (biarkan) saja," kata Andi Azwan.

3. Jokman sebut Jokowi punya kontribusi besar buat Indonesia

Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan saat berada di Makassar, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yanya.

Ia menambahkan, sebagai tuan rumah seharusnya mereka memberikan contoh yang baik karena Makassar adalah barometer dari Indonesia bagian Timur.

"Kami berharap tidak ada lagi seperti itu, tapi kita berdialog bersama-sama. Kita kedepankan taro adat taro gau. Itu kita punya prinsip, siri na pacce," tegasnya.

Andi Azwan pun berharap semua mahasiswa dari Makassar mempunyai akal sehat dan mengedepankan dialog akademis, bukan aksi di jalanan. Sehingga ke depan jika masih ada agenda di Makassar yang dihadiri pejabat negara, bisa menjadi tuan rumah yang baik.

"Emang ada apa masalahnya kalau (Jokowi) datang? Itu kan baik, artinya beliau sebagai mantan Presiden ke-7 yang jelas untuk Indonesia bagian timur sangat luar biasa pembangunan dilakukan. Kita hormati beliau sebagai bapak kita yang telah memberikan kontribusi yang besar buat kita," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/1/2026).

Pantauan di IDN Times, Aliansi Keramat kembali aksi di Jl AP Pettarani tepat depan Hotel Claro yang merupakan lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Daeng. Tampak puluhan polisi juga telah berjaga di depan hotel beserta satu unit mobil water canon.

Editorial Team