Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Haji Diminta Tak Unggah Kartu Nusuk ke Media Sosial
Petugas membagikan kartu nusuk kepada jamaah calon haji (JCH) di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
  • PPIH Embarkasi Makassar mengimbau jemaah haji tidak mengunggah Kartu Nusuk ke media sosial karena berisi data pribadi dan akses layanan penting selama di Tanah Suci.
  • Penyebaran foto Kartu Nusuk dinilai berisiko disalahgunakan untuk penipuan, sementara kartu tersebut wajib dibawa agar jemaah bisa mengakses area ibadah seperti Masjidil Haram dan Arafah.
  • Selain menjaga keamanan dokumen, PPIH juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas kloter demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Petugas haji di Makassar bilang ke orang-orang yang mau haji supaya jangan taruh foto Kartu Nusuk di internet. Kartu itu punya data penting, kayak nama dan tempat tinggal. Kalau disebar, bisa dipakai orang jahat. Petugas juga suruh jemaah jaga badan biar kuat dan saling bantu waktu di Tanah Suci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mengingatkan jemaah haji agar tidak mengunggah Kartu Nusuk ke media sosial. Dokumen tersebut dinilai sangat vital karena memuat identitas lengkap hingga akses layanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Imbauan itu disampaikan di tengah proses pemberangkatan jemaah melalui Embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang Makassar.

1. Kartu Nusuk memuat data penting jemaah

Ilustrasi pengambilan kartu nusuk di asrama haji. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan Kartu Nusuk menyimpan berbagai informasi penting terkait identitas dan layanan jemaah selama berada di Arab Saudi. Data yang tercantum dalam kartu tersebut mencakup identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi hingga barcode khusus milik jemaah.

“Dalam Kartu Nusuk tersebut tersimpan banyak informasi tentang yang bersangkutan. Mulai dari identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi hingga barcode,” ujar Ikbal Ismail dalam keterangan yang dikutip, Senin (11/5/2026).

Karena itu, ia meminta jemaah tidak sembarangan memotret lalu menyebarluaskan kartu tersebut melalui media sosial maupun platform digital lainnya. “Jadi jangan sampai ini difoto lalu disebarluaskan,” katanya.

2. Penyebaran foto kartu berisiko disalahgunakan

Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail. (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Ikbal menjelaskan penyebaran foto Kartu Nusuk berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau penyalahgunaan data. Ia menegaskan Kartu Nusuk merupakan dokumen utama yang wajib dibawa jemaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Tanpa kartu tersebut, jemaah bisa mengalami kendala saat mengakses sejumlah kawasan ibadah.

Menurut Ikbal, jemaah yang tidak membawa Kartu Nusuk dapat ditolak masuk ke kawasan Masjidil Haram saat hendak menjalankan tawaf maupun sai.

Tak hanya itu, kartu tersebut juga menjadi syarat utama untuk memasuki kawasan Arafah saat puncak pelaksanaan ibadah haji.

3. Jemaah diminta jaga kesehatan dan kekompakan

Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

Selain mengingatkan pentingnya menjaga Kartu Nusuk, PPIH Embarkasi Makassar juga meminta jemaah menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji. Ikbal mengimbau jemaah menjaga kekompakan serta saling membantu antarsesama jemaah selama berada di Arab Saudi.

Ia juga meminta seluruh jemaah mengikuti arahan petugas kloter demi kelancaran ibadah. “Kami imbau jemaah jaga kesehatan dan kekompakan antarsesama jemaah. Ikuti imbauan petugas kloter,” ucapnya.

Editorial Team