Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iwan Sunito Sebut Sydney Masih Jadi Magnet Investor Global
Founder dan CEO One Global, Iwan Sunito, menilai Sydney masih memiliki daya tarik bagi pelaku bisnis dan investor global, termasuk dari Indonesia. (Dok. Istimewa)
  • Iwan Sunito menilai Sydney tetap menarik bagi investor dan pelaku bisnis global, terlihat dari kunjungan sejumlah tokoh Indonesia untuk bertukar gagasan serta mengeksplorasi peluang.
  • Sandiaga Uno bersama delegasi Surabaya Business Forum, Mari Elka Pangestu, dan Joe Taslim mengunjungi Sydney pada September dengan tujuan bisnis, olahraga, maupun personal.
  • One Global Resorts Green Square mencatat okupansi rata-rata 95,07 persen pada Januari–Juni 2026 dan gross income sekitar AU$10,8 juta, mencerminkan performa bisnis properti tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sydney tak hanya dikenal sebagai kota wisata dengan pemandangan dan gaya hidup kosmopolitan. Kota terbesar di Australia tersebut juga berkembang sebagai ruang bertemunya modal, talenta, bisnis, dan gagasan dari berbagai negara.

Founder dan CEO One Global asal Indonesia, Iwan Sunito, menilai Sydney masih memiliki daya tarik bagi pelaku bisnis dan investor global, termasuk dari Indonesia. Menurutnya, hal tersebut terlihat dari sejumlah kunjungan tokoh Indonesia dari berbagai latar belakang ke Sydney dalam beberapa pekan terakhir.

1. Sejumlah tokoh Indonesia berkunjung ke Sydney

Founder dan CEO One Global, Iwan Sunito, menilai Sydney masih memiliki daya tarik bagi pelaku bisnis dan investor global, termasuk dari Indonesia. (Dok. Istimewa)

Menurut Iwan, kunjungan tersebut menunjukkan masih kuatnya hubungan Indonesia dan Australia, khususnya dalam bidang bisnis dan investasi. Sydney dinilai menjadi salah satu kota yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang di tingkat global.

“Sydney bukan hanya tentang pemandangan yang indah atau gaya hidup. Bagi banyak orang, Sydney adalah tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, dan memahami bagaimana sebuah kota global terus berkembang,” ujar Iwan Sunito dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Salah satu kunjungan dilakukan Sandiaga Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, bersama delegasi Surabaya Business Forum. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sydney Business Insights & Mini Marathon yang mempertemukan komunitas bisnis Indonesia dengan berbagai perspektif mengenai bisnis, investasi, pariwisata, dan perkembangan Sydney.

Iwan yang menerima kunjungan Sandiaga dan delegasi di One Global Resorts Green Square mengatakan pertemuan tersebut memiliki makna personal. Keduanya disebut telah saling mengenal sejak Sandiaga menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Saya telah mengenal Sandiaga cukup lama, sejak beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, pertemuan kali ini terasa cukup spesial. Kami tidak hanya berbicara mengenai bisnis, tetapi juga bertukar pikiran dan ide, serta melihat berbagai perkembangan dari perspektif masing-masing,” tuturnya.

2. Mari Elka Pangestu hingga Joe Taslim ikut berkunjung

One Global Capital, perusahaan investasi properti milik orang Indonesia yang berbasis di Sydney, Australia menyelesaikan pembelian The Grand Eastlakes. (Dok. Istimewa)

Selain Sandiaga, mantan Menteri Perdagangan dan mantan Managing Director of Development Policy and Partnerships World Bank, Mari Elka Pangestu, juga berkunjung ke Sydney. Kunjungannya berkaitan dengan perjalanannya mengikuti Sydney Marathon.

Iwan mengatakan pertemuan tersebut memiliki arti khusus karena keduanya telah lama bersahabat. Mereka juga berbincang mengenai perkembangan Indonesia dan Australia serta peluang hubungan kedua negara.

“Mari adalah sahabat lama saya. Tentu menyenangkan bisa bertemu, berbincang dan bertukar pandangan dengan beliau saat berada di Sydney. Pembicaraannya pun tidak hanya mengenai bisnis, tetapi juga mengenai bagaimana Indonesia dan Australia terus berkembang dan memiliki banyak ruang untuk saling terhubung,” ungkapnya.

Sydney juga menjadi tujuan aktor laga internasional Joe Taslim. Mantan atlet judo nasional tersebut diketahui menginap di One Global Resorts Green Square bersama timnya.

Menurut Iwan, tiga kunjungan pada September tersebut dilakukan dengan tujuan berbeda. Namun, menurut dia, hal itu menunjukkan Sydney masih menjadi kota yang menarik bagi orang dengan kepentingan bisnis, olahraga, maupun kegiatan personal.

“Hal yang menarik bagi saya adalah orang datang ke Sydney dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang datang untuk bisnis, ada yang untuk olahraga, ada yang bertemu teman, ada yang mengeksplorasi peluang. Tetapi semuanya bertemu pada satu hal: Sydney masih menjadi kota yang ingin mereka datangi dan pahami,” katanya.

3. Okupansi hotel capai 95,07 persen

One Global Resorts Green Square, hotel milik pengusaha Indonesia Iwan Sunito di Sydney, Australia, mencatat rekor okupansi tertinggi tiga bulan terakhir. (Dok. Istimewa)

Iwan mengatakan daya tarik Sydney bagi investor tidak hanya berkaitan dengan sektor properti. Infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, pariwisata, gaya hidup, dan lingkungan bisnis turut menjadi pertimbangan dalam melihat peluang investasi di kota tersebut.

“Investor saat ini tidak hanya melihat sebuah aset. Mereka juga melihat kotanya. Apakah kota tersebut memiliki konektivitas? Apakah ekonominya berkembang? Apakah orang ingin tinggal, bekerja, berbisnis dan menghabiskan waktu di sana? Semua itu menjadi bagian dari value sebuah investasi,” jelasnya.

Perkembangan tersebut, menurut Iwan, juga tercermin dari kinerja One Global Resorts Green Square. Hotel bintang lima tersebut mencatat rata-rata okupansi 95,07 persen sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan gross income sekitar AU$10,8 juta.

Properti milik One Global Capital tersebut juga memperoleh penghargaan Travelers' Choice Best of the Best 2026 dari Tripadvisor dan menempati posisi ke-11 dari 195 hotel di Sydney.

“Angka tentu penting, karena menunjukkan performa bisnis. Tetapi di balik angka tersebut, ada orang yang datang, tinggal, bekerja, bertemu, dan menikmati Sydney. Itu yang menurut saya jauh lebih menarik,” ujarnya.

Sebagai pengusaha kelahiran Indonesia yang membangun bisnis di Australia, Iwan melihat hubungan kedua negara memiliki ruang untuk terus berkembang. Menurutnya, meningkatnya kunjungan masyarakat Indonesia ke Sydney juga menjadi bagian dari hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Saya lahir di Indonesia dan membangun bisnis di Australia. Jadi ketika melihat semakin banyak orang Indonesia datang ke Sydney, saya melihatnya sebagai sebuah jembatan. Ada hubungan yang terus tumbuh antara kedua negara, bukan hanya melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui people-to-people connection,” katanya.

Iwan menilai perubahan akan terus terjadi di kota-kota global seperti Sydney. Namun, kemampuan kota menarik talenta, modal, wisatawan, dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing dalam jangka panjang.

“Pasar bisa naik-turun. Kondisi ekonomi juga bisa berubah. Tetapi kota yang memiliki fundamental kuat akan terus beradaptasi. Sydney memiliki ekosistem yang membuat orang ingin kembali, bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali,” katanya.

“Orang datang tidak hanya untuk melihat Sydney, tetapi untuk menjadi bagian dari kota ini—bisa hanya untuk beberapa hari, beberapa bulan, atau jangka panjang,” ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article