Makassar, IDN Times - Isu rencana investasi panas bumi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memicu sorotan publik. Nilai investasi yang disebut mencapai Rp1,5 triliun dengan potensi kapasitas listrik 30 megawatt menjadi perhatian, terlebih karena perusahaan yang terlibat disebut memiliki afiliasi dengan Israel.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada perusahaan yang memiliki afiliasi dengan Israel. Menurutnya, tidak ada perusahaan dengan afiliasi tersebut yang diizinkan berinvestasi di wilayah Sulawesi Selatan.
"Prinsipnya tidak ada izin untuk perusahaan apa pun yang berafiliasi Israel untuk berinvestasi di Sulsel. PTSP kami tidak akan mengeluarkan izin," kata Andi Sudirman dalam keterangannya, dikutip Rabu (25/2/2026).
